PSM Makassar Kembali Masuk Daftar FIFA Registration Ban, Transfer Pemain Terancam Tertunda

SulawesiPos.com – Klub kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar, kembali mendapat sorotan setelah resmi masuk dalam daftar FIFA Registration Ban terbaru.

Berdasarkan data resmi FIFA Registration Ban List yang diperbarui pada 22 Mei 2026, nama PSM Makassar tercantum sebagai klub Indonesia yang terkena larangan registrasi pemain.

Sanksi tersebut berlaku untuk tim putra dan tercatat langsung dalam sistem resmi FIFA.

Situasi ini membuat PSM terancam tidak dapat mendaftarkan pemain baru pada bursa transfer mendatang apabila persoalan yang menjadi dasar sanksi belum diselesaikan.

Larangan registrasi FIFA biasanya dijatuhkan akibat sengketa finansial, tunggakan pembayaran gaji, kompensasi transfer, atau perselisihan kontrak antara klub dengan pemain maupun pelatih.

Musim 2025/2026 memang menjadi periode berat bagi Juku Eja.

Selain harus berjuang keluar dari zona degradasi hingga pekan terakhir Liga 1, manajemen klub juga diterpa berbagai persoalan internal dan finansial.

Meski demikian, manajemen PSM disebut tengah bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut agar sanksi tidak menghambat persiapan musim depan.

BACA JUGA: 
Herdman Dorong Sinkronisasi Liga dan Timnas, Tegaskan Keberagaman Jadi Modal Utama Garuda

Sebelumnya, PSM juga pernah menghadapi situasi serupa dan berhasil keluar dari daftar banned FIFA setelah melakukan penyelesaian administrasi dan kewajiban pembayaran.

Suporter PSM Makassar pun mulai ramai membicarakan kabar ini di media sosial.

Banyak yang berharap manajemen segera menuntaskan persoalan agar aktivitas transfer pemain untuk musim baru tetap berjalan normal.

Pengamat sepak bola nasional menilai sanksi FIFA bisa berdampak besar terhadap pembangunan skuad jika tidak segera diselesaikan, terutama karena PSM disebut tengah menyiapkan perombakan tim usai musim yang mengecewakan.

“Klub harus bergerak cepat karena transfer window sangat krusial untuk persiapan musim depan,” ujar pengamat sepak bola Indonesia, Mohamad Kusnaeni.

Kini publik menunggu langkah resmi manajemen PSM Makassar terkait penyelesaian kasus yang membuat klub kembali masuk daftar FIFA Registration Ban tersebut.

SulawesiPos.com – Klub kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar, kembali mendapat sorotan setelah resmi masuk dalam daftar FIFA Registration Ban terbaru.

Berdasarkan data resmi FIFA Registration Ban List yang diperbarui pada 22 Mei 2026, nama PSM Makassar tercantum sebagai klub Indonesia yang terkena larangan registrasi pemain.

Sanksi tersebut berlaku untuk tim putra dan tercatat langsung dalam sistem resmi FIFA.

Situasi ini membuat PSM terancam tidak dapat mendaftarkan pemain baru pada bursa transfer mendatang apabila persoalan yang menjadi dasar sanksi belum diselesaikan.

Larangan registrasi FIFA biasanya dijatuhkan akibat sengketa finansial, tunggakan pembayaran gaji, kompensasi transfer, atau perselisihan kontrak antara klub dengan pemain maupun pelatih.

Musim 2025/2026 memang menjadi periode berat bagi Juku Eja.

Selain harus berjuang keluar dari zona degradasi hingga pekan terakhir Liga 1, manajemen klub juga diterpa berbagai persoalan internal dan finansial.

Meski demikian, manajemen PSM disebut tengah bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut agar sanksi tidak menghambat persiapan musim depan.

BACA JUGA: 
Nonton PSM di Stadion GBH Parepare, Suporter Perlu Siapkan Biaya Rp300–450 Ribu per Orang

Sebelumnya, PSM juga pernah menghadapi situasi serupa dan berhasil keluar dari daftar banned FIFA setelah melakukan penyelesaian administrasi dan kewajiban pembayaran.

Suporter PSM Makassar pun mulai ramai membicarakan kabar ini di media sosial.

Banyak yang berharap manajemen segera menuntaskan persoalan agar aktivitas transfer pemain untuk musim baru tetap berjalan normal.

Pengamat sepak bola nasional menilai sanksi FIFA bisa berdampak besar terhadap pembangunan skuad jika tidak segera diselesaikan, terutama karena PSM disebut tengah menyiapkan perombakan tim usai musim yang mengecewakan.

“Klub harus bergerak cepat karena transfer window sangat krusial untuk persiapan musim depan,” ujar pengamat sepak bola Indonesia, Mohamad Kusnaeni.

Kini publik menunggu langkah resmi manajemen PSM Makassar terkait penyelesaian kasus yang membuat klub kembali masuk daftar FIFA Registration Ban tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru