Setelah mendapatkan perawatan di lapangan, Audero menunjukkan profesionalisme dengan memilih tetap melanjutkan pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan, meskipun Cremonese harus mengakui keunggulan Inter Milan.
Hingga kini, belum ada laporan medis resmi yang menyebutkan adanya dampak jangka panjang terhadap kondisi fisik Emil Audero.
Reaksi & Dampak
Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Lautaro Martinez secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Emil Audero, menegaskan bahwa aksi pelemparan flare tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola.
Presiden sekaligus CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengecam keras tindakan oknum suporter tersebut.
Ia menegaskan bahwa perilaku tersebut bertentangan dengan nilai dan budaya klub, serta memastikan penyelidikan internal akan dilakukan bekerja sama dengan otoritas Liga Italia.
Sementara itu, pelatih Cremonese Davide Nicola menyatakan rasa syukurnya karena kondisi Audero tidak mengalami cedera serius.
Namun, ia mendesak pihak liga dan aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas agar insiden serupa tidak kembali terulang.
Di Indonesia, kejadian ini turut memicu gelombang reaksi dari netizen dan pecinta sepak bola nasional, mengingat Emil Audero merupakan kiper Timnas Indonesia yang saat ini berkiprah di level tertinggi sepak bola Eropa.

