SulawesiPos.com – Partai NasDem Sulawesi Selatan merespons santai maraknya fenomena perpindahan partai politik yang melibatkan sejumlah kepala daerah belakangan ini.
Ketua DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, usai membuka Pendidikan Politik dan Rapat Konsolidasi DPW, DPD dan Fraksi Partai Nasdem se-Sulsel, di Hotel Claro, Makassar, Minggu (30/8/2026),
menegaskan bahwa pilihan politik merupakan hak prerogatif masing-masing individu yang tidak bisa dihalangi.
​Meski dinamika “transfer” kader kian memanas di Sulsel, Syaharuddin optimistis terhadap soliditas internal partainya.
Menurut Bupati Sidrap ini, deretan kepala daerah yang saat ini bernaung di bawah panji NasDem merupakan kader murni yang telah bersama-sama berjuang dan membangun partai sejak awal.
​”Masalah pilihan politik itu adalah urusan pribadi. Kalau orang sudah menentukan pilihan politik dan beralih ke partai lain, saya kira tidak bisa dihalangi. Tapi kepala daerah NasDem yang ada sekarang adalah kader-kader murni yang berpemilu dari awal, dan saya yakin konsistensi serta komitmen perjuangan mereka masih tetap,” ujar Syaharuddin.
​Ia tidak menampik adanya manuver, lobi-lobi, maupun negosiasi politik dari partai lain yang berupaya menarik kader partai bentukan Surya Paloh tersebut.
Kendati demikian, ia meyakini integritas kader partai tidak akan mudah goyah oleh tawaran eksternal.
​”Yang namanya lobi-lobi dan negosiasi pasti ada. Tapi saya rasa komitmen perjuangan dan konsistensi menjalankan amanah insyaallah bisa dijaga dengan baik oleh kader-kader kami,” lanjutnya.
​Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kader lain yang akan menyusul hengkang, Syaharuddin menegaskan bahwa gelombang perpindahan tersebut sudah berakhir di internal partainya. “Sudah, tidak ada,” tegasnya singkat.
​Fenomena kutu loncat politik di Sulsel belakangan ini kian mempertegas kuatnya relasi patron-klien ketimbang loyalitas ideologis, di mana gerbong loyalis kerap berpindah mengikuti figur kunci.
Pergeseran ini turut menantang hegemoni kekuatan tradisional seperti Golkar dan NasDem, sekaligus menjadikan lanskap persaingan politik lokal semakin dinamis dan kompetitif.


