Hingga kini belum ada kelompok yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut.
Pemerintah Irak sendiri juga belum menyatakan bahwa kelompok yang ditangkap memiliki hubungan langsung dengan insiden di Erbil.
Kyiv Membantah Seluruh Tuduhan
Kementerian Luar Negeri Ukraina langsung membantah seluruh tuduhan tersebut melalui pernyataan resminya.
Kyiv menegaskan tidak ada bukti maupun dokumen yang mendukung tuduhan Irak dan menyatakan pemerintah Irak tidak pernah menyampaikan persoalan itu melalui jalur diplomatik sebelum dipublikasikan kepada media.
Ukraina bahkan menilai tuduhan tersebut sejalan dengan narasi propaganda Rusia yang bertujuan merusak hubungan Kyiv dengan negara-negara Timur Tengah.
Pemerintah Ukraina juga menyebut kemungkinan adanya operasi perang informasi atau kampanye disinformasi yang sengaja dirancang oleh pihak ketiga untuk memperburuk hubungan bilateral kedua negara.
Jejak Aktivitas Ukraina di Luar Medan Perang
Tuduhan Irak muncul ketika aktivitas luar negeri yang dikaitkan dengan personel keamanan Ukraina semakin banyak menjadi perhatian berbagai negara.
Sejak 2024, berbagai laporan dari media Barat maupun Rusia mengaitkan personel Ukraina dengan operasi di Suriah, terutama di sekitar Aleppo, yang disebut melibatkan penggunaan drone bersama kelompok bersenjata anti-pemerintah.
Pada 2025, laporan lain menyebut adanya personel Ukraina yang berada di wilayah Darfur, Sudan, saat konflik antara pemerintah Sudan dan Rapid Support Forces (RSF) berlangsung.
Beberapa negara Afrika Barat, terutama Mali dan Niger, juga pernah menuduh Ukraina memberikan dukungan teknis kepada kelompok pemberontak, khususnya dalam penggunaan pesawat nirawak, meskipun Kyiv membantah keterlibatan tersebut.
Sementara itu, Iran sebelumnya menuduh Ukraina berada di balik serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia, tuduhan yang juga ditolak oleh pemerintah Ukraina.
Berbagai tuduhan tersebut hingga kini belum menghasilkan kesimpulan hukum internasional yang menetapkan tanggung jawab resmi Ukraina.
Persaingan Geopolitik Semakin Kompleks
Perkembangan terbaru ini terjadi ketika Irak terus berupaya mempertahankan kebijakan luar negerinya agar tidak terseret ke dalam konflik antara kekuatan-kekuatan besar dunia.

