Musda Golkar Sulsel: Appi Kantongi Dukungan Tertulis DPD II, Ilham Arief Dapat Sinyal dari Bahlil

SulawesiPos.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musda XI Golkar Sulsel, pertarungan di antara kader semakin ketat. Sejauh ini, diprediksi dua kubu yang akan saling berhadapan untuk memperebutkan jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

Kubu Munafri Arifuddin atau Appi mengklaim sudah mengantongi dukungan tertulis 21 DPD II. Appi saat ini menjabat Wali Kota Makassar.

Sedangkam Ilham Arief Sirajuddin atau Aco mendapat sinyal dukungan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Aco adalah mantan Wali Kota Makassar.

Dari mana klaim adanya dukungan tertulis 21 DPD II Golkar untuk Appi?

Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara, yang dihubungi SulawesiPos.com, Rabu (22/4/2026), mengatakan, pernyataan tertulis dari 21 DPD II itu berisi dukungan kepada Appi untuk menjadi Ketua Golkar Sulsel.

Menurut Victor, 21 Ketua DPD II Golkar se-Sulsel telah melakukan beberapa kali pertemuan untuk menyatukan dukungan ke Appi.

Selain dari 21 DPD II Golkar itu, lanjut Victor, masih tersisa 3 DPD II yang belum menyatakan sikap, yaitu Parepare, Bone, dan Barru.

BACA JUGA: 
Tinjau Pengungsian Banjir, Wali Kota Makassar Pastikan Warga Tak Kekurangan Bantuan

“Pertemuan terakhir akhir pekan lalu, sudah 21 ketua-ketua DPD II yang menyatakan secara tertulis dan solid mendukung Pak Appi sebagai calon ketua DPD I Golkar Sulsel berikutnya,” ujar Victor.

Victor mengakui, sikap DPD II Golkar Tana Toraja sendiri sudah dinyatakan sejak setahun lalu dan telah diputuskan dalam rapat pleno pengurus DPD II Golkar Tana Toraja.

“Kami berharap di bawah kepemimpinan Pak Appi, Golkar Sulsel kembali jadi pemenang, baik di tingkat legislatif, maupun Pilkada. Beliau juga orangnya sangat komunikatif dan terbuka,” tutur mantan Wakil Bupati Tana Toraja periode 2016-2021 ini.

Ilham Arief Bertemu Bahlil di Jakarta

Namun, kubu Appi tidak boleh jemawa. Bukan hanya Appi yang akan maju dalam kontestasi nanti. Ada nama Ilham Arief Sirajuddin yang harus diperhitungkan sebagai calon kuat.

Informasi yang diperoleh SulawesiPos.com, beberapa hari lalu Ilham Arief bertemu dengan Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia di Jakarta.

Tak ada rilis terbuka setelah pertemuan tersebut. Namun, diduga membahas kontestasi Musda Golkar Sulsel di mana Ilham Arief adalah satu di antara figur yang sudah menyatakan siap untuk maju.

BACA JUGA: 
Plt Ketua Golkar Sulsel Muhidin Said Sambangi Makassar Hari Ini

Manuver Ilham Arief tak berhenti sampai di situ. Setelah bertemu Bahlil, dia kembali ke Makassar. Dan, langsung menggelar pertemuan dengan dua tokoh Golkar Sulsel.

Ilham Arief terpantau ngopi bareng dengan Rahman Pina, Plt Sekretaris Golkar Sulsel yang juga Plt Ketua DPD II Partai Golkar Barru, di sebuah kafe di Makassar.

Tak hanya Rahman Pina, juga ada tokoh Golkar Sulsel lainnya, yakni Ketua DPD II Partai Golkar Bone Andi Fashar Padjalangi.

Tak diketahui apa materi pembicaraan ketiga tokoh Golkar Sulsel ini. Namun, jika melihat situasi politik yang sudah mulai memanas, pembicaraan mereka tak lepas dari Musda Golkar Sulsel.

Selain itu, Ilham Arief yang diduga sudah mendapatkan dukungan dari Bahlil juga terus bergerilya untuk mendapatkan dukungan dari DPD II.

Itu artinya, kubu Ilham Arief akan merupaya menggerus suara DPD II yang diklaim oleh kubu Appi sudah membuat pernyataan tertulis.

Rahman Pina yang dikonfirmasi mengenai pertemuan khusus tersebut, hanya memberikan jawaban normatif.

BACA JUGA: 
Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung, Dampak Banjir di Makassar Justru Makin Mengecil

Rahman Pina mengatakan, pertemuan tersebut hanya pertemuan biasa dan tidak terkait dengan arah dukungan ke salah satu kubu kandidat Ketua Golkar Sulsel.

“Tidak ada koalisi-koalisi, kita koalisi untuk semua kader dan tidak ada pengkubu-kubuan, semuanya satu di bawah lindungan pohon beringin, Partai Golkar,” ujar Rahman

Terkait belum adanya kepastian waktu penyelenggaraan Musda, pengamat politik dari UIN Alauddin, Reskiyanti Nurdin, menilai waktu musda yang masih diulur-ulur diduga disebabkan DPP Golkar masih perlu waktu untuk mempertimbangkan figur-figur ketua DPD I yang dapat sepenuhnya dikendalikan untuk kepentingan DPP semata.

“Penundaan musda hingga batas waktu yang belum diketahui ini bukan karena kendala teknis, tetapi ada strategi sadar dari DPP untuk mencegah kandidat yang independen jadi pemenang, yang dapat dikorbankan dengan dalih musyawarah,” kata Reskiyanti.

“DPP tentu akan memilih figur yang bisa menjadi alat bagi DPP untuk mempertahankan kendali penuh pada Golkar Sulsel,” ujar Reskiyanti yang menjabat Sekretaris Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin.(mna)

SulawesiPos.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musda XI Golkar Sulsel, pertarungan di antara kader semakin ketat. Sejauh ini, diprediksi dua kubu yang akan saling berhadapan untuk memperebutkan jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

Kubu Munafri Arifuddin atau Appi mengklaim sudah mengantongi dukungan tertulis 21 DPD II. Appi saat ini menjabat Wali Kota Makassar.

Sedangkam Ilham Arief Sirajuddin atau Aco mendapat sinyal dukungan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Aco adalah mantan Wali Kota Makassar.

Dari mana klaim adanya dukungan tertulis 21 DPD II Golkar untuk Appi?

Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara, yang dihubungi SulawesiPos.com, Rabu (22/4/2026), mengatakan, pernyataan tertulis dari 21 DPD II itu berisi dukungan kepada Appi untuk menjadi Ketua Golkar Sulsel.

Menurut Victor, 21 Ketua DPD II Golkar se-Sulsel telah melakukan beberapa kali pertemuan untuk menyatukan dukungan ke Appi.

Selain dari 21 DPD II Golkar itu, lanjut Victor, masih tersisa 3 DPD II yang belum menyatakan sikap, yaitu Parepare, Bone, dan Barru.

BACA JUGA: 
Plt Ketua Golkar Sulsel Muhidin Said Sambangi Makassar Hari Ini

“Pertemuan terakhir akhir pekan lalu, sudah 21 ketua-ketua DPD II yang menyatakan secara tertulis dan solid mendukung Pak Appi sebagai calon ketua DPD I Golkar Sulsel berikutnya,” ujar Victor.

Victor mengakui, sikap DPD II Golkar Tana Toraja sendiri sudah dinyatakan sejak setahun lalu dan telah diputuskan dalam rapat pleno pengurus DPD II Golkar Tana Toraja.

“Kami berharap di bawah kepemimpinan Pak Appi, Golkar Sulsel kembali jadi pemenang, baik di tingkat legislatif, maupun Pilkada. Beliau juga orangnya sangat komunikatif dan terbuka,” tutur mantan Wakil Bupati Tana Toraja periode 2016-2021 ini.

Ilham Arief Bertemu Bahlil di Jakarta

Namun, kubu Appi tidak boleh jemawa. Bukan hanya Appi yang akan maju dalam kontestasi nanti. Ada nama Ilham Arief Sirajuddin yang harus diperhitungkan sebagai calon kuat.

Informasi yang diperoleh SulawesiPos.com, beberapa hari lalu Ilham Arief bertemu dengan Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia di Jakarta.

Tak ada rilis terbuka setelah pertemuan tersebut. Namun, diduga membahas kontestasi Musda Golkar Sulsel di mana Ilham Arief adalah satu di antara figur yang sudah menyatakan siap untuk maju.

BACA JUGA: 
Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung, Dampak Banjir di Makassar Justru Makin Mengecil

Manuver Ilham Arief tak berhenti sampai di situ. Setelah bertemu Bahlil, dia kembali ke Makassar. Dan, langsung menggelar pertemuan dengan dua tokoh Golkar Sulsel.

Ilham Arief terpantau ngopi bareng dengan Rahman Pina, Plt Sekretaris Golkar Sulsel yang juga Plt Ketua DPD II Partai Golkar Barru, di sebuah kafe di Makassar.

Tak hanya Rahman Pina, juga ada tokoh Golkar Sulsel lainnya, yakni Ketua DPD II Partai Golkar Bone Andi Fashar Padjalangi.

Tak diketahui apa materi pembicaraan ketiga tokoh Golkar Sulsel ini. Namun, jika melihat situasi politik yang sudah mulai memanas, pembicaraan mereka tak lepas dari Musda Golkar Sulsel.

Selain itu, Ilham Arief yang diduga sudah mendapatkan dukungan dari Bahlil juga terus bergerilya untuk mendapatkan dukungan dari DPD II.

Itu artinya, kubu Ilham Arief akan merupaya menggerus suara DPD II yang diklaim oleh kubu Appi sudah membuat pernyataan tertulis.

Rahman Pina yang dikonfirmasi mengenai pertemuan khusus tersebut, hanya memberikan jawaban normatif.

BACA JUGA: 
Wali Kota Makassar Larang Acara Penamatan Siswa TK-SMP Berbayar dan Digelar di Luar Sekolah

Rahman Pina mengatakan, pertemuan tersebut hanya pertemuan biasa dan tidak terkait dengan arah dukungan ke salah satu kubu kandidat Ketua Golkar Sulsel.

“Tidak ada koalisi-koalisi, kita koalisi untuk semua kader dan tidak ada pengkubu-kubuan, semuanya satu di bawah lindungan pohon beringin, Partai Golkar,” ujar Rahman

Terkait belum adanya kepastian waktu penyelenggaraan Musda, pengamat politik dari UIN Alauddin, Reskiyanti Nurdin, menilai waktu musda yang masih diulur-ulur diduga disebabkan DPP Golkar masih perlu waktu untuk mempertimbangkan figur-figur ketua DPD I yang dapat sepenuhnya dikendalikan untuk kepentingan DPP semata.

“Penundaan musda hingga batas waktu yang belum diketahui ini bukan karena kendala teknis, tetapi ada strategi sadar dari DPP untuk mencegah kandidat yang independen jadi pemenang, yang dapat dikorbankan dengan dalih musyawarah,” kata Reskiyanti.

“DPP tentu akan memilih figur yang bisa menjadi alat bagi DPP untuk mempertahankan kendali penuh pada Golkar Sulsel,” ujar Reskiyanti yang menjabat Sekretaris Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin.(mna)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru