1.758 ASN Resmi Jadi Komcad, Rini Tegaskan Tetap Utamakan Pelayanan Publik

SulawesiPos.com – Sebanyak 1.758 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi bergabung sebagai Komponen Cadangan (Komcad) setelah menyelesaikan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang digelar Kementerian Pertahanan.

Penutupan pelatihan dilaksanakan pada Jumat (5/6/2026) dan menjadi akhir dari pelaksanaan Latsarmil Komcad ASN gelombang pertama tahun 2026.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menegaskan bahwa keikutsertaan ASN dalam program Komcad tidak mengubah fungsi utama mereka sebagai pelayan masyarakat.

”Jadi kami berharap bahwa program ini, Komcad ini, tidak mengubah jati diri ASN sebagai pelayan publik, tetapi tetap para lulusan atau para ASN yang hari ini telah selesai menjalankan pelatihan Komponen Cadangan ini adalah salah satu bentuk pengabdian, sekaligus kehormatan dalam semangat bela negara,” kata Rini kepada awak media.

Rini menjelaskan pembentukan Komcad ASN merupakan program pemerintah yang telah berjalan sejak diterbitkannya Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 27 Tahun 2021 tentang Komponen Cadangan ASN.

Pelaksanaan program tersebut dilakukan oleh Kementerian Pertahanan melalui Badan Cadangan Nasional (Bacadnas).

BACA JUGA:  DPR Soroti Rencana ASN untuk SPPI, Nilai Lukai Hati Tenaga Honorer

”Hari ini saya dengan pak wamenhan baru saja melaksanakan penutupan untuk Latsarmil Komcad kementerian dan lembaga gelombang pertama di tahun 2026,” ucap Rini.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter ASN yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kedisiplinan, ketangguhan, dan integritas dalam menjalankan tugas negara.

”Ini adalah salah satu upaya dari pemerintah untuk membangun ASN yang berkarakter. Jadi, ASN itu tidak hanya kompeten di dalam hal teknis saja, tetapi tentunya dia punya disiplin, punya ketangguhan, punya integritas dalam membangun semangat pengabdian kepada bangsa,” jelas dia.

Pemerintah Targetkan 4.000 ASN Jadi Komcad Tahun Ini

Setelah menyelesaikan gelombang pertama, Kementerian Pertahanan akan kembali membuka pendaftaran dan seleksi Komcad ASN gelombang kedua pada Agustus 2026.

Pemerintah menargetkan pembentukan 4.000 ASN Komcad sepanjang tahun ini. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 2.300 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga yang akan mengikuti program serupa.

Rini memastikan Kementerian PAN-RB mendukung penuh pelaksanaan program tersebut karena dinilai dapat memperkuat kualitas sumber daya aparatur negara.

BACA JUGA:  Setiap Jumat WFH, Kebijakan Baru ASN Tunggu Pengumuman Resmi

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan selama pelatihan sangat relevan dengan tugas sehari-hari ASN, mulai dari disiplin kerja, tanggung jawab, hingga kemampuan menghadapi tekanan dalam menjalankan pelayanan publik.

”Supaya mereka bisa lebih tangguh di dalam menghadapi tekanan dan inilah tentunya yang dibutuhkan oleh negara di dalam memastikan pemerintahan berjalan dengan baik, tentunya dalam kerangka pelayanan publik,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan arahan kepada para ASN yang telah ditetapkan sebagai Komcad.

Dalam pengarahan yang berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sjafrie menegaskan bahwa para peserta memperoleh kepercayaan besar dari negara untuk menjadi bagian dari sistem pertahanan nasional.

”Para ASN yang mendapatkan kesempatan untuk berlatih Latihan Dasar Militer adalah (ASN yang mendapatkan) kepercayaan rakyat,” kata dia.

Menurut Sjafrie, keberadaan Komcad akan menjadi elemen penting dalam mendukung pertahanan negara ketika dibutuhkan, berdampingan dengan TNI sebagai komponen utama pertahanan nasional.

”Ini merupakan suatu kebanggaan bagi para ASN (Komcad) gelombang pertama,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Pemerintah Siapkan Rp 55 Triliun untuk THR ASN, Airlangga Hartarto: Cair 100 Persen

Diminta Jadi Teladan dan Tetap Profesional

Sjafrie menekankan bahwa pelatihan yang diterima para ASN bukan semata-mata untuk membentuk kemampuan militer, melainkan menanamkan nilai bela negara yang menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara.

Ia meyakini para ASN Komcad akan membawa dampak positif di lingkungan kerja masing-masing melalui peningkatan disiplin, nasionalisme, dan profesionalisme.

”Perubahan itu bukan karena kamu dilatih militer, tapi kamu dilatih bela negara. Bela negara itu adalah hak dan kewajiban bagi seluruh warga negara. Jadi, kalian harus berbangga mendapatkan kesempatan pertama untuk mengikuti Latihan Dasar Militer ini,” ucap Sjafrie.

Menhan juga berpesan agar para ASN Komcad terus menjaga semangat nasionalisme, menjadi teladan di lingkungan kerja dan masyarakat, serta tetap profesional dalam menjalankan tugas birokrasi.

”Hari ini saya ingin menyampaikan apresiasi saya kepadamu atas langkah awal yang kau sudah berikan dalam Latihan Dasar Militer ini. Akan tetapi ini baru langkah awal. Tantangan bergelombang masih akan kamu hadapi,” ujarnya.

SulawesiPos.com – Sebanyak 1.758 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi bergabung sebagai Komponen Cadangan (Komcad) setelah menyelesaikan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang digelar Kementerian Pertahanan.

Penutupan pelatihan dilaksanakan pada Jumat (5/6/2026) dan menjadi akhir dari pelaksanaan Latsarmil Komcad ASN gelombang pertama tahun 2026.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menegaskan bahwa keikutsertaan ASN dalam program Komcad tidak mengubah fungsi utama mereka sebagai pelayan masyarakat.

”Jadi kami berharap bahwa program ini, Komcad ini, tidak mengubah jati diri ASN sebagai pelayan publik, tetapi tetap para lulusan atau para ASN yang hari ini telah selesai menjalankan pelatihan Komponen Cadangan ini adalah salah satu bentuk pengabdian, sekaligus kehormatan dalam semangat bela negara,” kata Rini kepada awak media.

Rini menjelaskan pembentukan Komcad ASN merupakan program pemerintah yang telah berjalan sejak diterbitkannya Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 27 Tahun 2021 tentang Komponen Cadangan ASN.

Pelaksanaan program tersebut dilakukan oleh Kementerian Pertahanan melalui Badan Cadangan Nasional (Bacadnas).

BACA JUGA:  Setiap Jumat WFH, Kebijakan Baru ASN Tunggu Pengumuman Resmi

”Hari ini saya dengan pak wamenhan baru saja melaksanakan penutupan untuk Latsarmil Komcad kementerian dan lembaga gelombang pertama di tahun 2026,” ucap Rini.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter ASN yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kedisiplinan, ketangguhan, dan integritas dalam menjalankan tugas negara.

”Ini adalah salah satu upaya dari pemerintah untuk membangun ASN yang berkarakter. Jadi, ASN itu tidak hanya kompeten di dalam hal teknis saja, tetapi tentunya dia punya disiplin, punya ketangguhan, punya integritas dalam membangun semangat pengabdian kepada bangsa,” jelas dia.

Pemerintah Targetkan 4.000 ASN Jadi Komcad Tahun Ini

Setelah menyelesaikan gelombang pertama, Kementerian Pertahanan akan kembali membuka pendaftaran dan seleksi Komcad ASN gelombang kedua pada Agustus 2026.

Pemerintah menargetkan pembentukan 4.000 ASN Komcad sepanjang tahun ini. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 2.300 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga yang akan mengikuti program serupa.

Rini memastikan Kementerian PAN-RB mendukung penuh pelaksanaan program tersebut karena dinilai dapat memperkuat kualitas sumber daya aparatur negara.

BACA JUGA:  Hadir Secara Sukarela, 1.773 ASN Ikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan 2026 di Halim Perdanakusuma

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan selama pelatihan sangat relevan dengan tugas sehari-hari ASN, mulai dari disiplin kerja, tanggung jawab, hingga kemampuan menghadapi tekanan dalam menjalankan pelayanan publik.

”Supaya mereka bisa lebih tangguh di dalam menghadapi tekanan dan inilah tentunya yang dibutuhkan oleh negara di dalam memastikan pemerintahan berjalan dengan baik, tentunya dalam kerangka pelayanan publik,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan arahan kepada para ASN yang telah ditetapkan sebagai Komcad.

Dalam pengarahan yang berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sjafrie menegaskan bahwa para peserta memperoleh kepercayaan besar dari negara untuk menjadi bagian dari sistem pertahanan nasional.

”Para ASN yang mendapatkan kesempatan untuk berlatih Latihan Dasar Militer adalah (ASN yang mendapatkan) kepercayaan rakyat,” kata dia.

Menurut Sjafrie, keberadaan Komcad akan menjadi elemen penting dalam mendukung pertahanan negara ketika dibutuhkan, berdampingan dengan TNI sebagai komponen utama pertahanan nasional.

”Ini merupakan suatu kebanggaan bagi para ASN (Komcad) gelombang pertama,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Ini Jadwal Pencairan THR Bagi ASN dan Pensiunan

Diminta Jadi Teladan dan Tetap Profesional

Sjafrie menekankan bahwa pelatihan yang diterima para ASN bukan semata-mata untuk membentuk kemampuan militer, melainkan menanamkan nilai bela negara yang menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara.

Ia meyakini para ASN Komcad akan membawa dampak positif di lingkungan kerja masing-masing melalui peningkatan disiplin, nasionalisme, dan profesionalisme.

”Perubahan itu bukan karena kamu dilatih militer, tapi kamu dilatih bela negara. Bela negara itu adalah hak dan kewajiban bagi seluruh warga negara. Jadi, kalian harus berbangga mendapatkan kesempatan pertama untuk mengikuti Latihan Dasar Militer ini,” ucap Sjafrie.

Menhan juga berpesan agar para ASN Komcad terus menjaga semangat nasionalisme, menjadi teladan di lingkungan kerja dan masyarakat, serta tetap profesional dalam menjalankan tugas birokrasi.

”Hari ini saya ingin menyampaikan apresiasi saya kepadamu atas langkah awal yang kau sudah berikan dalam Latihan Dasar Militer ini. Akan tetapi ini baru langkah awal. Tantangan bergelombang masih akan kamu hadapi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru