25 C
Makassar
4 February 2026, 10:53 AM WITA

Sofyan Tan Soroti Rendahnya Serapan Anggaran Ditjen Saintek dan Tantangan Akses Kuliah

Overview

  • Serapan anggaran Ditjen Sains dan Teknologi 2025 hanya 63,72 persen meski anggaran 2026 melonjak drastis.
  • DPR mempertanyakan progres pembangunan Sekolah Garuda yang menjadi program strategis Mendiktisaintek.
  • Target APK pendidikan tinggi dinilai berat tanpa penguatan anggaran beasiswa KIP Kuliah dan dukungan PTS.

SulawesiPos.com – Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan menyoroti ketimpangan realisasi anggaran di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), khususnya pada Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Mendiktisaintek di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta.

Sofyan mengungkapkan bahwa secara keseluruhan realisasi anggaran Mendiktisaintek pada tahun 2025 telah mencapai 94,83 persen.

Namun, ia menilai terdapat unit kerja yang serapannya jauh tertinggal dari rata-rata kementerian.

“Salah satu unit itu adalah Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, yang realisasinya hanya mencapai 63,72 persen,” kata Sofyan, Selasa (3/2/2026).

Rendahnya serapan tersebut menjadi sorotan serius, terlebih pada tahun anggaran 2026 Ditjen Sains dan Teknologi justru memperoleh lonjakan anggaran yang signifikan.

Baca Juga: 
Habiburokhman Jamin KUHP dan KUHAP Baru Lindungi Pandji Pragiwaksono

Sofyan mencatat alokasi anggaran unit tersebut meningkat dari Rp326 miliar menjadi Rp1,082 triliun.

“Nah tentu ini menjadi pertanyaan kami, apakah pembangunan SMA Garuda ini mengalami kemandekan pada tahun 2025,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada 2025 pemerintah melalui Mendiktisaintek secara resmi meluncurkan program Sekolah Garuda.

Program ini terdiri atas dua skema, yakni Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi, yang dirancang untuk meningkatkan mutu serta pemerataan akses pendidikan.

Overview

  • Serapan anggaran Ditjen Sains dan Teknologi 2025 hanya 63,72 persen meski anggaran 2026 melonjak drastis.
  • DPR mempertanyakan progres pembangunan Sekolah Garuda yang menjadi program strategis Mendiktisaintek.
  • Target APK pendidikan tinggi dinilai berat tanpa penguatan anggaran beasiswa KIP Kuliah dan dukungan PTS.

SulawesiPos.com – Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan menyoroti ketimpangan realisasi anggaran di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), khususnya pada Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Mendiktisaintek di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta.

Sofyan mengungkapkan bahwa secara keseluruhan realisasi anggaran Mendiktisaintek pada tahun 2025 telah mencapai 94,83 persen.

Namun, ia menilai terdapat unit kerja yang serapannya jauh tertinggal dari rata-rata kementerian.

“Salah satu unit itu adalah Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, yang realisasinya hanya mencapai 63,72 persen,” kata Sofyan, Selasa (3/2/2026).

Rendahnya serapan tersebut menjadi sorotan serius, terlebih pada tahun anggaran 2026 Ditjen Sains dan Teknologi justru memperoleh lonjakan anggaran yang signifikan.

Baca Juga: 
Rieke Diah Pitaloka Dorong Aturan Child Grooming Masuk Revisi UU PSK

Sofyan mencatat alokasi anggaran unit tersebut meningkat dari Rp326 miliar menjadi Rp1,082 triliun.

“Nah tentu ini menjadi pertanyaan kami, apakah pembangunan SMA Garuda ini mengalami kemandekan pada tahun 2025,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada 2025 pemerintah melalui Mendiktisaintek secara resmi meluncurkan program Sekolah Garuda.

Program ini terdiri atas dua skema, yakni Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi, yang dirancang untuk meningkatkan mutu serta pemerataan akses pendidikan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/