24 C
Makassar
3 February 2026, 3:20 AM WITA

Komisi XI DPR Soroti Gejolak Bursa, Fauzi Amro: Mudah-Mudahan Penggantinya Lebih Baik

Overview:

  • Komisi XI DPR RI menyatakan keprihatinan atas guncangan pasar modal yang berdampak besar pada kinerja BEI.
  • Polemik free float dinilai belum sepenuhnya meyakinkan investor global, khususnya MSCI.
  • DPR mengapresiasi pengunduran diri pimpinan bursa sebagai bentuk tanggung jawab moral dan mendorong perbaikan tata kelola.

SulawesiPos.com – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap gejolak pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir dan berdampak signifikan terhadap kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Bengkulu, Jumat (30/1/2026), Fauzi menilai guncangan yang terjadi bukan persoalan ringan, mengingat pasar modal merupakan salah satu indikator kepercayaan ekonomi nasional.

“Sebagai mitra, kami tentu prihatin. Dua hari terakhir bursa kita mengalami goncangan yang sangat luar biasa,” ujar Fauzi.

Sebagai mitra Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komisi XI DPR RI memandang dinamika tersebut sebagai perhatian serius bersama, terlebih setelah adanya pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kondisi pasar yang terjadi.

Baca Juga: 
Anggota Komisi VII DPR Nilai Hilirisasi Industri Karet Belum Optimal, Petani Belum Rasakan Manfaat Maksimal

Fauzi menjelaskan bahwa Komisi XI sebelumnya telah membahas dan mengambil sikap terkait polemik kebijakan free float yang belakangan menjadi sorotan.

Menurutnya, secara regulasi ketentuan free float sebenarnya sudah cukup jelas, namun persoalan muncul pada aspek implementasi di lapangan.

Ia menyoroti keraguan lembaga internasional seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap penerapan free float di Indonesia, khususnya terkait kepemilikan saham yang benar-benar dilepas ke publik.

“Yang menjadi persoalan sekarang, MSCI masih meragukan apakah free float itu benar-benar untuk publik atau justru masih dikuasai pihak yang sama,” tegas politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.

Dengan jumlah emiten yang mendekati seribu perusahaan, Fauzi menilai persoalan free float tidak bisa dianggap sepele karena berpengaruh langsung terhadap persepsi investor dan penilaian global terhadap kredibilitas pasar modal Indonesia.

Meski demikian, Fauzi mengapresiasi langkah mundur pimpinan bursa sebagai bentuk tanggung jawab moral yang jarang terjadi dan diharapkan menjadi contoh dalam tata kelola kelembagaan ke depan.

Overview:

  • Komisi XI DPR RI menyatakan keprihatinan atas guncangan pasar modal yang berdampak besar pada kinerja BEI.
  • Polemik free float dinilai belum sepenuhnya meyakinkan investor global, khususnya MSCI.
  • DPR mengapresiasi pengunduran diri pimpinan bursa sebagai bentuk tanggung jawab moral dan mendorong perbaikan tata kelola.

SulawesiPos.com – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap gejolak pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir dan berdampak signifikan terhadap kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Bengkulu, Jumat (30/1/2026), Fauzi menilai guncangan yang terjadi bukan persoalan ringan, mengingat pasar modal merupakan salah satu indikator kepercayaan ekonomi nasional.

“Sebagai mitra, kami tentu prihatin. Dua hari terakhir bursa kita mengalami goncangan yang sangat luar biasa,” ujar Fauzi.

Sebagai mitra Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komisi XI DPR RI memandang dinamika tersebut sebagai perhatian serius bersama, terlebih setelah adanya pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kondisi pasar yang terjadi.

Baca Juga: 
IHSG Menguat, OJK Optimis Sentimen Positif Bagi Investasi

Fauzi menjelaskan bahwa Komisi XI sebelumnya telah membahas dan mengambil sikap terkait polemik kebijakan free float yang belakangan menjadi sorotan.

Menurutnya, secara regulasi ketentuan free float sebenarnya sudah cukup jelas, namun persoalan muncul pada aspek implementasi di lapangan.

Ia menyoroti keraguan lembaga internasional seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap penerapan free float di Indonesia, khususnya terkait kepemilikan saham yang benar-benar dilepas ke publik.

“Yang menjadi persoalan sekarang, MSCI masih meragukan apakah free float itu benar-benar untuk publik atau justru masih dikuasai pihak yang sama,” tegas politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.

Dengan jumlah emiten yang mendekati seribu perusahaan, Fauzi menilai persoalan free float tidak bisa dianggap sepele karena berpengaruh langsung terhadap persepsi investor dan penilaian global terhadap kredibilitas pasar modal Indonesia.

Meski demikian, Fauzi mengapresiasi langkah mundur pimpinan bursa sebagai bentuk tanggung jawab moral yang jarang terjadi dan diharapkan menjadi contoh dalam tata kelola kelembagaan ke depan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/