24 C
Makassar
3 February 2026, 5:06 AM WITA

Diskusi Luwu Raya, Armin Toputiri: Tanda Tangan Gubernur untuk Provinsi Luwu Raya Akan Jadi Legacy

SulawesiPos.com – Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan dan juga putra asli daerah Luwu, Armin Mustamin Toputiri memberi pandangan tentang isu pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Hal itu ia samapikan saat menghadiri Forum Diskusi Terbatas Pemekaran Luwu Raya, di kantor SulawesiPos, Makassar, Rabu (28/1/2026).

Dalam diskusi tersebut ia memberi perspektif bahwa isu ini memang sering naik ketika menjelang hari perlawanan rakyat Luwu.

“saya pernah bikin tulisan itu, perjuangan dan perlawanan itu berbeda. Itulah yang menjiwai kita (orang Luwu) sebagai bangsa pelawan bukan bangsa pejuang,” ujar Armin.

Namun, ia menyoroti cara masyarakat yang melakukan demonstrasi dan penutupan jalan dengan cara menebang pohon.

Hal itu kemudian Armin bandingkan dengan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, yang mana semuanya bergantung pada taktik politik.

Ia menyebut bahwa keputusan pembentukan provinsi ini tergantung pada keinginan politik dari pemerintah pusat.

“Saya pernah masuk dalam tim pembentukan Sulbar, apa yang bisa dipelajari dari Sulbar tentang ‘assiyasah’ di mana Sulbar itu tidak ada namanya batang-batang pohon, bakar-bakar ban,” ujarnya.

Baca Juga: 
Jelang Rakernas, DPP PDI Perjuangan Terbitkan Instruksi Larangan Korupsi dan Sanksi Pemecatan

Politisi senior itu pun menceritakan bahwa sudah menghubungi Datu Luwu tentang hal tersebut.

Dalam pembicaraan mereka berdua, Armin menanyakan keberadaan surat yang katanya ditandatangani Datu Luwu bersama para Pejabat Daerah Luwu Raya.

SulawesiPos.com – Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan dan juga putra asli daerah Luwu, Armin Mustamin Toputiri memberi pandangan tentang isu pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Hal itu ia samapikan saat menghadiri Forum Diskusi Terbatas Pemekaran Luwu Raya, di kantor SulawesiPos, Makassar, Rabu (28/1/2026).

Dalam diskusi tersebut ia memberi perspektif bahwa isu ini memang sering naik ketika menjelang hari perlawanan rakyat Luwu.

“saya pernah bikin tulisan itu, perjuangan dan perlawanan itu berbeda. Itulah yang menjiwai kita (orang Luwu) sebagai bangsa pelawan bukan bangsa pejuang,” ujar Armin.

Namun, ia menyoroti cara masyarakat yang melakukan demonstrasi dan penutupan jalan dengan cara menebang pohon.

Hal itu kemudian Armin bandingkan dengan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, yang mana semuanya bergantung pada taktik politik.

Ia menyebut bahwa keputusan pembentukan provinsi ini tergantung pada keinginan politik dari pemerintah pusat.

“Saya pernah masuk dalam tim pembentukan Sulbar, apa yang bisa dipelajari dari Sulbar tentang ‘assiyasah’ di mana Sulbar itu tidak ada namanya batang-batang pohon, bakar-bakar ban,” ujarnya.

Baca Juga: 
Pemprov Sulsel Gas Perbaikan Jalan di Luwu Raya, Tujuh Ruas Masuk Tahap Lelang

Politisi senior itu pun menceritakan bahwa sudah menghubungi Datu Luwu tentang hal tersebut.

Dalam pembicaraan mereka berdua, Armin menanyakan keberadaan surat yang katanya ditandatangani Datu Luwu bersama para Pejabat Daerah Luwu Raya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/