Ia menekankan agar efisiensi organisasi tidak hanya tercermin dalam laporan laba rugi, tetapi juga harus nyata dalam kecepatan mitigasi dan respons bencana di lapangan.
Komisi VI mendesak PLN untuk segera melakukan audit teknis pada jalur-jalur transmisi yang berada di zona rawan bencana.
DPR berharap PLN dapat mengembangkan sistem proteksi yang lebih canggih agar jika bencana serupa terjadi, proses pemulihan dapat dilakukan secara instan tanpa harus menunggu waktu berhari-hari.
“Bencana alam kan luar biasa kadang tidak bisa diprediksi. Tidak hanya gelap tetapi sampai putus semuanya. Nah ini yang harus dimitigasi supaya cepat aja langsung ditangani,” pungkas Anggia.

