SulawesiPos.com – Tim nasional Argentina lebih difavoritkan melaju ke semifinal Piala Dunia FIFA 2026 saat menghadapi Swiss pada laga perempat final yang akan digelar akhir pekan ini, setelah model kecerdasan buatan ChatGPT dan superkomputer statistik Opta sama-sama memberikan peluang kemenangan lebih besar kepada juara bertahan tersebut, meski Swiss datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menembus delapan besar untuk pertama kalinya sejak 1954.
Argentina melangkah ke perempat final melalui dua pertandingan dramatis yang memperlihatkan karakter juara sekaligus sejumlah kelemahan di lini pertahanan.
Pada babak 32 besar, Albiceleste menundukkan Tanjung Verde (Cape Verde) dengan skor 3-2 sebelum bangkit secara spektakuler dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar.
Swiss juga menorehkan perjalanan mengesankan setelah menyingkirkan Aljazair 2-0 sebelum mengalahkan Kolombia melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang Swiss selama 72 tahun untuk kembali tampil di perempat final Piala Dunia sejak edisi 1954 yang juga berlangsung di negara mereka sendiri.
Model AI dan Opta Sama-sama Unggulkan Albiceleste
Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, Argentina memiliki peluang menang dalam waktu normal sebesar 57,1 persen, sedangkan Swiss memperoleh peluang 18,7 persen, sementara kemungkinan pertandingan berakhir imbang dan berlanjut ke babak tambahan mencapai 24,2 persen.
Prediksi ChatGPT menunjukkan hasil yang hampir identik dengan memberikan peluang kemenangan Argentina sebesar 58 persen, peluang Swiss menang 18 persen, serta kemungkinan hasil imbang 24 persen.
Apabila memperhitungkan seluruh kemungkinan hingga adu penalti, Opta memperkirakan peluang Argentina lolos ke semifinal mencapai 69,4 persen, sedangkan ChatGPT bahkan menaikkannya menjadi 72 persen.
Sebaliknya, peluang Swiss menembus semifinal diperkirakan hanya 30,6 persen menurut Opta dan 28 persen berdasarkan simulasi ChatGPT.
Model statistik Opta juga menghasilkan angka Expected Goals (xG) sebesar 1,85 untuk Argentina dan 0,90 bagi Swiss, sehingga skor 2-0 menjadi hasil yang paling mungkin terjadi, disusul kemenangan 1-0 Argentina atau hasil imbang 1-1.
Meski demikian, berbagai model statistik tersebut hanya menggambarkan probabilitas berdasarkan data historis, performa terkini, kualitas pemain, dan variabel pertandingan, sehingga tidak dapat memastikan hasil akhir di lapangan.
Swiss Datang dengan Organisasi Permainan yang Sulit Ditembus
Para analis menilai kekuatan utama Swiss terletak pada organisasi permainan yang disiplin, pertahanan rapat, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Pelatih Murat Yakin berhasil membangun tim yang sulit dikalahkan melalui stabilitas komposisi pemain serta konsistensi filosofi permainan selama beberapa turnamen besar.
Performa penjaga gawang Gregor Kobel juga dinilai menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Swiss menembus delapan besar setelah tampil gemilang, termasuk saat adu penalti melawan Kolombia.
Swiss juga membawa motivasi tambahan karena terakhir kali bertemu Argentina di Piala Dunia 2014, mereka tersingkir akibat gol Ángel Di María pada menit ke-118 babak tambahan.
Kini publik Swiss berharap generasi baru mereka mampu membalas kekalahan tersebut sekaligus mencatat sejarah baru dengan mencapai semifinal Piala Dunia.
Messi Masih Menjadi Pembeda
Di kubu Argentina, keberadaan Lionel Messi tetap dianggap sebagai faktor pembeda dalam pertandingan-pertandingan besar.
Walaupun lini belakang Argentina beberapa kali memperlihatkan kerentanan sepanjang fase gugur, kualitas individu para pemain depan seperti Messi dan Julián Álvarez membuat Albiceleste tetap memiliki kemampuan membalikkan keadaan dalam situasi sulit.
Pengalaman Argentina sebagai juara bertahan juga menjadi nilai tambah dibandingkan Swiss yang baru kembali mencapai tahap ini setelah lebih dari tujuh dekade.
Selain faktor teknis, pengalaman bermain di bawah tekanan pada laga-laga sistem gugur dinilai memberikan keuntungan psikologis bagi skuad asuhan Lionel Scaloni.
Laga Diprediksi Ketat hingga Menit Akhir
Sejumlah redaksi media memperkirakan Argentina tetap menjadi kandidat terkuat untuk lolos ke semifinal, namun kemenangan tidak akan diraih dengan mudah mengingat Swiss diperkirakan menerapkan pertahanan rendah, memperlambat tempo permainan, dan mengandalkan serangan balik cepat.
Prediksi editorial media tersebut memperkirakan Swiss mampu mencetak gol, tetapi kualitas lini serang Argentina serta pengaruh Lionel Messi pada momen-momen krusial diperkirakan menjadi penentu kemenangan.
Prediksi akhir dari sejumlah editorial media adalah Argentina menang 2-1 atas Swiss.
Pertandingan ini juga menjadi ujian menarik antara pengalaman juara dunia melawan tim yang tengah menikmati kebangkitan generasi emasnya, sehingga hasil akhirnya berpotensi ditentukan oleh efektivitas penyelesaian peluang, disiplin bertahan, dan kemampuan kedua tim mengendalikan tekanan di fase gugur Piala Dunia. (Ali)


