Siapa Vozinha? Kiper Tanjung Verde yang Merepotkan Argentina di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

SulawesiPos.com – Siapa Vozinha? Pertanyaan itu mengemuka setelah kiper Tanjung Verde tersebut tampil menonjol saat menghadapi Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/6/2026) WIB. Dalam laga yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Argentina lewat extra time itu, Vozinha menjadi salah satu alasan utama mengapa juara bertahan harus berjuang keras hingga menit-menit akhir.

Penampilan sang kiper terasa makin istimewa karena datang di tengah perjalanan bersejarah Tanjung Verde. Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertama negara kepulauan Afrika itu di turnamen tersebut, dan mereka langsung mencatat pencapaian besar dengan lolos ke babak 32 besar.

Di tengah status sebagai debutan dan salah satu tim yang paling tidak dijagokan, Tanjung Verde justru mampu memaksa Argentina bermain lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.

Vozinha adalah nama panggung dari Josimar Jose Evora Dias. Ia lahir di Mindelo, Tanjung Verde, pada 3 Juni 1986 dan berposisi sebagai penjaga gawang (kiper). Dengan tinggi sekitar 1,89 meter, kiper veteran itu dikenal mengandalkan refleks, ketenangan, dan pengalaman panjang untuk membaca arah serangan lawan.

BACA JUGA:  Ghana Taklukkan Panama 1-0, Gol Telat Caleb Yirenkyi Jadi Penentu

Pada Piala Dunia 2026, ia datang sebagai pemain berusia 40 tahun yang justru tampil seperti salah satu kiper paling tenang di fase gugur awal.

Saat menghadapi Argentina, Vozinha berkali-kali menggagalkan peluang lawan, termasuk peluang dari Lionel Messi. Di bawah tekanan yang datang nyaris sepanjang laga, ia menjaga Tanjung Verde tetap bertahan dalam pertandingan dan memberi kesempatan timnya melawan sampai babak tambahan.

Penampilan itulah yang membuat namanya mendadak banyak dibicarakan di luar Afrika.

Berasal Dari Klub Lokal

Perjalanan karier Vozinha tidak dibangun lewat sorotan besar sejak awal. Ia memulai karier di klub lokal Batuque sebelum sempat membela Mindelense di negaranya.

Dari sana, kariernya berlanjut ke luar negeri dengan bermain untuk Progresso di Angola, lalu memperkuat Zimbru Chisinau di Moldova.

Setelah itu, ia melanjutkan kiprah di Eropa bersama Gil Vicente di Portugal dan AEL Limassol di Siprus. Kariernya kemudian berlanjut ke AS Trencin di Slovakia sebelum kembali bermain di Portugal bersama Chaves.

BACA JUGA:  Mbappé Pecahkan Rekor, Prancis Kalahkan Senegal 3-1 di Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026

Jalur karier yang berpindah-pindah itu membentuk Vozinha sebagai kiper berpengalaman yang terbiasa menghadapi tekanan dalam lingkungan kompetisi yang berbeda-beda.

Di tim nasional, Vozinha sudah lama menjadi figur penting Tanjung Verde. Ia bukan hanya penjaga gawang utama. Ia salah satu pemimpin yang memberi rasa tenang di lini belakang.

Pengalaman itulah yang sangat terasa saat negaranya untuk pertama kali tampil di Piala Dunia dan langsung menembus fase gugur.

Meski Tanjung Verde akhirnya tersingkir dari babak 32 besar, penampilan Vozinha tetap meninggalkan kesan kuat. Ia tidak hanya tampil sebagai kiper yang sibuk menepis bola. Ia juga sebagai wajah dari kisah besar tim debutan yang berani merepotkan juara bertahan di panggung sepak bola paling bergengsi.

Bagi banyak penonton, laga melawan Argentina menjadi momen pertama mengenal Vozinha. Namun bagi Tanjung Verde, ia sudah lama menjadi salah satu fondasi utama yang membawa negara kecil itu menulis cerita bersejarah di Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:  Argentina Diunggulkan di Piala Dunia 2026, H. Muslimin Yakin Albiceleste Kembali Juara

SulawesiPos.com – Siapa Vozinha? Pertanyaan itu mengemuka setelah kiper Tanjung Verde tersebut tampil menonjol saat menghadapi Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/6/2026) WIB. Dalam laga yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Argentina lewat extra time itu, Vozinha menjadi salah satu alasan utama mengapa juara bertahan harus berjuang keras hingga menit-menit akhir.

Penampilan sang kiper terasa makin istimewa karena datang di tengah perjalanan bersejarah Tanjung Verde. Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertama negara kepulauan Afrika itu di turnamen tersebut, dan mereka langsung mencatat pencapaian besar dengan lolos ke babak 32 besar.

Di tengah status sebagai debutan dan salah satu tim yang paling tidak dijagokan, Tanjung Verde justru mampu memaksa Argentina bermain lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.

Vozinha adalah nama panggung dari Josimar Jose Evora Dias. Ia lahir di Mindelo, Tanjung Verde, pada 3 Juni 1986 dan berposisi sebagai penjaga gawang (kiper). Dengan tinggi sekitar 1,89 meter, kiper veteran itu dikenal mengandalkan refleks, ketenangan, dan pengalaman panjang untuk membaca arah serangan lawan.

BACA JUGA:  Meksiko Kalahkan Korea Selatan 1-0, Blunder Kiper Antar El Tri Juara Grup A

Pada Piala Dunia 2026, ia datang sebagai pemain berusia 40 tahun yang justru tampil seperti salah satu kiper paling tenang di fase gugur awal.

Saat menghadapi Argentina, Vozinha berkali-kali menggagalkan peluang lawan, termasuk peluang dari Lionel Messi. Di bawah tekanan yang datang nyaris sepanjang laga, ia menjaga Tanjung Verde tetap bertahan dalam pertandingan dan memberi kesempatan timnya melawan sampai babak tambahan.

Penampilan itulah yang membuat namanya mendadak banyak dibicarakan di luar Afrika.

Berasal Dari Klub Lokal

Perjalanan karier Vozinha tidak dibangun lewat sorotan besar sejak awal. Ia memulai karier di klub lokal Batuque sebelum sempat membela Mindelense di negaranya.

Dari sana, kariernya berlanjut ke luar negeri dengan bermain untuk Progresso di Angola, lalu memperkuat Zimbru Chisinau di Moldova.

Setelah itu, ia melanjutkan kiprah di Eropa bersama Gil Vicente di Portugal dan AEL Limassol di Siprus. Kariernya kemudian berlanjut ke AS Trencin di Slovakia sebelum kembali bermain di Portugal bersama Chaves.

BACA JUGA:  Argentina Menang 2-1 atas Mauritania di FIFA Matchday, Enzo Fernandez dan Nico Paz Jadi Penentu

Jalur karier yang berpindah-pindah itu membentuk Vozinha sebagai kiper berpengalaman yang terbiasa menghadapi tekanan dalam lingkungan kompetisi yang berbeda-beda.

Di tim nasional, Vozinha sudah lama menjadi figur penting Tanjung Verde. Ia bukan hanya penjaga gawang utama. Ia salah satu pemimpin yang memberi rasa tenang di lini belakang.

Pengalaman itulah yang sangat terasa saat negaranya untuk pertama kali tampil di Piala Dunia dan langsung menembus fase gugur.

Meski Tanjung Verde akhirnya tersingkir dari babak 32 besar, penampilan Vozinha tetap meninggalkan kesan kuat. Ia tidak hanya tampil sebagai kiper yang sibuk menepis bola. Ia juga sebagai wajah dari kisah besar tim debutan yang berani merepotkan juara bertahan di panggung sepak bola paling bergengsi.

Bagi banyak penonton, laga melawan Argentina menjadi momen pertama mengenal Vozinha. Namun bagi Tanjung Verde, ia sudah lama menjadi salah satu fondasi utama yang membawa negara kecil itu menulis cerita bersejarah di Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:  Afrika Selatan Vs Kanada di Babak 32 Besar, Duel Dua Tim Pemburu Sejarah di Piala Dunia 2026

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru