“Jelang reuni 3 Dekade, kita kehilangan lagi seorang kawan… Akhhh,” tulis Anugrah Oetsman, rekan Aprida lainnya.
Indah Yuliani juga menyampaikan kesedihan setelah melihat foto para korban yang masih tergeletak di lokasi.
“Ya Allah sedihx…smg keluarga tercinta yg ditinggalkan dberi kesabaran, kekuatan dan keikhlasan…,” tulis Indah.
Aparat Buru Pelaku dan Periksa Delapan Saksi
Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan, kemudian mengamankan area serta menyisir sekitar Puskesmas Muliama dan lokasi penembakan.
Delapan orang yang berada dalam rombongan diamankan sebagai saksi dan dimintai keterangan untuk membantu penyidik menyusun kronologi serta mengidentifikasi pihak yang terlibat.
Pendalaman awal Satgas menduga serangan dilakukan kelompok kriminal bersenjata dari wilayah Nduga, tetapi identitas dan keterlibatan para pelaku masih dalam penyelidikan serta pengumpulan bahan keterangan.
“Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani.
Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Wamena, sedangkan laporan awal belum memastikan apakah jenazah Aprida akan dipulangkan ke Sulawesi Selatan untuk dimakamkan.*

