“Rata-rata di kios itu kan rata-rata orang Makassar, orang Bugis, orang Toraja,” lanjutnya.
Roycke mengatakan pendataan korban luka masih berlangsung di RSUD Paniai.
Petugas juga mendata warga yang mengalami trauma setelah kehilangan rumah dan harta benda.
Berdasarkan pendataan sementara, kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.
Angka tersebut masih dapat berubah karena sejumlah korban belum menyampaikan rincian barang dan aset yang terbakar.
“Data terbaru kebakaran terdapat 49 rumah dan kios. Sementara jumlah korban yang mengungsi 148 orang,” ujar Roycke.
Polisi Kumpulkan CCTV dan Periksa Saksi
Henry menegaskan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
Penyelidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa lokasi untuk mengetahui titik awal api.
“Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara,” ujarnya.
Kapolres Paniai juga memastikan penyelidikan tidak dapat menyimpulkan penyebab hanya berdasarkan satu alat bukti.
Rekaman CCTV milik warga dan kantor-kantor di sekitar pasar telah dikumpulkan untuk diperiksa.
Roycke menyatakan sejauh ini tidak ditemukan indikasi kebakaran berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata atau simpatisannya.
Polisi masih melanjutkan olah tempat kejadian perkara dan pendataan terhadap korban luka, pengungsi, serta kerugian material.

