Xforce HEV vs BYD M6 DM dan Atto 3, Ini Perbedaan Teknologi Elektrifikasinya

SulawesiPos.com – Pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia kini hadir dengan teknologi yang berbeda, termasuk Mitsubishi New Xforce HEV, BYD M6 DM, dan BYD Atto 3. Ketiga model tersebut menggunakan pendekatan berbeda dalam sistem penggeraknya, mulai dari hybrid yang memadukan mesin bensin dan motor listrik hingga kendaraan listrik berbasis baterai.

Mitsubishi Motors Indonesia resmi memperkenalkan New Xforce HEV pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Sementara itu, BYD Indonesia saat ini menempatkan M6 DM dan Atto 3 dalam jajaran model yang ditawarkan melalui situs resminya, dengan masing-masing membawa pendekatan teknologi berbeda.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan konsumen ketika membandingkan kendaraan hybrid, teknologi DM, dan kendaraan listrik berbasis baterai.

Xforce HEV Padukan Mesin Bensin dan Motor Listrik

Mitsubishi New Xforce HEV menggunakan sistem Series-Parallel Hybrid yang terdiri atas mesin bensin 4A92 1.6L MIVEC DOHC, motor listrik, generator, baterai lithium-ion, Power Control Unit atau PCU, serta 2-speed transaxle.

BACA JUGA:  Mitsubishi Catat 3.212 SPK di GIIAS 2026, New Xforce Tembus 1.000 Unit Penjualan

Berdasarkan informasi resmi Mitsubishi Motors Indonesia, mesin bensin Xforce HEV menghasilkan tenaga 104 dk dengan torsi 134 Nm, sedangkan motor listriknya menghasilkan tenaga 114 dk dan torsi 255 Nm.

Sistem tersebut juga menjadi pembeda utama Xforce HEV dari Xforce bermesin bensin yang menggunakan mesin 1.5L MIVEC dengan transmisi CVT, menurut keterangan Mitsubishi Motors Indonesia.

Mitsubishi Motors Indonesia menyebut New Xforce HEV sebagai mobil hybrid pertama Mitsubishi Motors yang dipasarkan sekaligus diproduksi secara lokal di Indonesia, dengan fasilitas produksi PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia menjadi basis produksinya untuk pasar ASEAN.

Selama periode peluncuran di GIIAS 2026, Mitsubishi Motors Indonesia mencantumkan harga New Xforce HEV sebesar Rp445 juta untuk OTR Jakarta, sedangkan informasi harga terkini perlu dikonfirmasi melalui kanal resmi Mitsubishi.

BYD M6 DM Bawa Teknologi DM

BYD M6 DM menggunakan teknologi DM yang ditampilkan BYD Indonesia melalui konsep “Bensin Bisa. Listrik Bisa” pada halaman resmi model tersebut.

BYD Indonesia juga menyediakan halaman khusus M6 DM yang memungkinkan calon konsumen mendapatkan informasi produk, mengunduh brosur, serta mengajukan test drive melalui kanal resmi perusahaan.

BACA JUGA:  Toyota bZ 2027 Hadir dengan Jarak Tempuh Hingga 314 Mil

Konsep DM tersebut menjadi pembeda M6 DM dari model listrik murni BYD karena teknologi yang ditawarkan membawa pendekatan penggunaan bensin dan listrik dalam satu kendaraan.

Dalam lini produk BYD Indonesia, M6 DM ditempatkan berdampingan dengan sejumlah model lain seperti BYD SEAL, BYD ATTO 3, BYD DOLPHIN, BYD M6, BYD SEALION 7, dan BYD ATTO 1.

Atto 3 Gunakan Penggerak Listrik

Berbeda dari dua model sebelumnya, BYD Atto 3 merupakan mobil listrik yang menggunakan penggerak berbasis baterai, dengan BYD Indonesia menempatkannya sebagai salah satu model kendaraan listrik dalam jajaran produknya.

BYD Atto 3 dibangun menggunakan BYD e-Platform 3.0 yang menurut BYD dirancang untuk generasi berikutnya dari kendaraan listrik pintar dengan empat keunggulan utama, yakni kecerdasan, efisiensi, keamanan, dan estetika.

Model tersebut juga menggunakan Blade Battery yang dikembangkan BYD, sementara halaman resminya menjelaskan berbagai pengujian ekstrem yang dilakukan terhadap sel baterai tersebut.

Dari sisi perlengkapan, BYD Indonesia mencantumkan velg 18 inci sebagai perlengkapan standar Atto 3, sedangkan sejumlah fitur lainnya memiliki keterangan yang merujuk pada varian tertentu.

BACA JUGA:  Mercedes-Benz Vans Hadir di IAA Transportation 2026, Bawa Pengalaman 130 Tahun dan Inovasi Terbaru

Tiga Pendekatan Elektrifikasi

Jika dilihat dari teknologi penggeraknya, Xforce HEV menawarkan sistem hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik, sementara M6 DM membawa teknologi DM dengan pendekatan penggunaan bensin dan listrik.

Atto 3 mengambil pendekatan berbeda karena BYD memasarkannya sebagai mobil listrik dengan platform e-Platform 3.0 dan teknologi baterai Blade.

Perbedaan teknologi tersebut membuat ketiga model tidak dapat dibandingkan hanya berdasarkan label kendaraan elektrifikasi, karena masing-masing memiliki sistem penggerak dan karakter teknologi yang berbeda.

Bagi konsumen, perbedaan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam memilih kendaraan berdasarkan kebutuhan penggunaan, preferensi terhadap sistem penggerak, serta cara memperoleh energi untuk kendaraan.

Dengan demikian, Xforce HEV, M6 DM, dan Atto 3 menunjukkan tiga pendekatan berbeda yang saat ini tersedia dalam pilihan kendaraan elektrifikasi dari Mitsubishi Motors Indonesia dan BYD Indonesia.

SulawesiPos.com – Pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia kini hadir dengan teknologi yang berbeda, termasuk Mitsubishi New Xforce HEV, BYD M6 DM, dan BYD Atto 3. Ketiga model tersebut menggunakan pendekatan berbeda dalam sistem penggeraknya, mulai dari hybrid yang memadukan mesin bensin dan motor listrik hingga kendaraan listrik berbasis baterai.

Mitsubishi Motors Indonesia resmi memperkenalkan New Xforce HEV pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Sementara itu, BYD Indonesia saat ini menempatkan M6 DM dan Atto 3 dalam jajaran model yang ditawarkan melalui situs resminya, dengan masing-masing membawa pendekatan teknologi berbeda.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan konsumen ketika membandingkan kendaraan hybrid, teknologi DM, dan kendaraan listrik berbasis baterai.

Xforce HEV Padukan Mesin Bensin dan Motor Listrik

Mitsubishi New Xforce HEV menggunakan sistem Series-Parallel Hybrid yang terdiri atas mesin bensin 4A92 1.6L MIVEC DOHC, motor listrik, generator, baterai lithium-ion, Power Control Unit atau PCU, serta 2-speed transaxle.

BACA JUGA:  Wuling Tampilkan Mitra EV Ambulans Hasil Kolaborasi dengan API di EDRR Indonesia 2026

Berdasarkan informasi resmi Mitsubishi Motors Indonesia, mesin bensin Xforce HEV menghasilkan tenaga 104 dk dengan torsi 134 Nm, sedangkan motor listriknya menghasilkan tenaga 114 dk dan torsi 255 Nm.

Sistem tersebut juga menjadi pembeda utama Xforce HEV dari Xforce bermesin bensin yang menggunakan mesin 1.5L MIVEC dengan transmisi CVT, menurut keterangan Mitsubishi Motors Indonesia.

Mitsubishi Motors Indonesia menyebut New Xforce HEV sebagai mobil hybrid pertama Mitsubishi Motors yang dipasarkan sekaligus diproduksi secara lokal di Indonesia, dengan fasilitas produksi PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia menjadi basis produksinya untuk pasar ASEAN.

Selama periode peluncuran di GIIAS 2026, Mitsubishi Motors Indonesia mencantumkan harga New Xforce HEV sebesar Rp445 juta untuk OTR Jakarta, sedangkan informasi harga terkini perlu dikonfirmasi melalui kanal resmi Mitsubishi.

BYD M6 DM Bawa Teknologi DM

BYD M6 DM menggunakan teknologi DM yang ditampilkan BYD Indonesia melalui konsep “Bensin Bisa. Listrik Bisa” pada halaman resmi model tersebut.

BYD Indonesia juga menyediakan halaman khusus M6 DM yang memungkinkan calon konsumen mendapatkan informasi produk, mengunduh brosur, serta mengajukan test drive melalui kanal resmi perusahaan.

BACA JUGA:  Volkswagen Perkenalkan ID. Cross, SUV Listrik Kompak dengan Jarak Tempuh hingga 427 Km

Konsep DM tersebut menjadi pembeda M6 DM dari model listrik murni BYD karena teknologi yang ditawarkan membawa pendekatan penggunaan bensin dan listrik dalam satu kendaraan.

Dalam lini produk BYD Indonesia, M6 DM ditempatkan berdampingan dengan sejumlah model lain seperti BYD SEAL, BYD ATTO 3, BYD DOLPHIN, BYD M6, BYD SEALION 7, dan BYD ATTO 1.

Atto 3 Gunakan Penggerak Listrik

Berbeda dari dua model sebelumnya, BYD Atto 3 merupakan mobil listrik yang menggunakan penggerak berbasis baterai, dengan BYD Indonesia menempatkannya sebagai salah satu model kendaraan listrik dalam jajaran produknya.

BYD Atto 3 dibangun menggunakan BYD e-Platform 3.0 yang menurut BYD dirancang untuk generasi berikutnya dari kendaraan listrik pintar dengan empat keunggulan utama, yakni kecerdasan, efisiensi, keamanan, dan estetika.

Model tersebut juga menggunakan Blade Battery yang dikembangkan BYD, sementara halaman resminya menjelaskan berbagai pengujian ekstrem yang dilakukan terhadap sel baterai tersebut.

Dari sisi perlengkapan, BYD Indonesia mencantumkan velg 18 inci sebagai perlengkapan standar Atto 3, sedangkan sejumlah fitur lainnya memiliki keterangan yang merujuk pada varian tertentu.

BACA JUGA:  Hyundai Turunkan Harga STARGAZER Cartenz Mulai Rp241 Juta, Kenalkan IONIQ 9 di GIIAS 2026

Tiga Pendekatan Elektrifikasi

Jika dilihat dari teknologi penggeraknya, Xforce HEV menawarkan sistem hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik, sementara M6 DM membawa teknologi DM dengan pendekatan penggunaan bensin dan listrik.

Atto 3 mengambil pendekatan berbeda karena BYD memasarkannya sebagai mobil listrik dengan platform e-Platform 3.0 dan teknologi baterai Blade.

Perbedaan teknologi tersebut membuat ketiga model tidak dapat dibandingkan hanya berdasarkan label kendaraan elektrifikasi, karena masing-masing memiliki sistem penggerak dan karakter teknologi yang berbeda.

Bagi konsumen, perbedaan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam memilih kendaraan berdasarkan kebutuhan penggunaan, preferensi terhadap sistem penggerak, serta cara memperoleh energi untuk kendaraan.

Dengan demikian, Xforce HEV, M6 DM, dan Atto 3 menunjukkan tiga pendekatan berbeda yang saat ini tersedia dalam pilihan kendaraan elektrifikasi dari Mitsubishi Motors Indonesia dan BYD Indonesia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru