Validasi Extractive Industries Transparency Initiative pada 2024 menemukan kelemahan serius dalam pencatatan pertambangan informal, data tenaga kerja, penerimaan negara, serta pengelolaan dampak lingkungan sektor ekstraktif Republik Afrika Tengah.
Tragedi Zamboye bukan peristiwa tunggal karena keruntuhan tambang Be-Mbari di kawasan perbatasan yang sama menewaskan puluhan orang pada Juni 2026, longsor di Ngourroum menewaskan tujuh orang pada Maret, dan kecelakaan di Gordi merenggut sekitar 20 nyawa pada Februari.
Investigasi Harus Menembus Akar Persoalan
Kejaksaan Baboua telah membuka penyelidikan untuk menentukan penyebab longsor, mengidentifikasi para korban dan pengelola lokasi, serta menilai kemungkinan adanya tanggung jawab pidana dalam pengoperasian tambang tersebut.
Penyelidikan itu perlu menjangkau lebih jauh daripada penyebab geologis dengan memeriksa izin operasi, konstruksi terowongan, sistem drainase, kondisi tanah, pengawasan keselamatan, penggunaan alat berat, pencatatan pekerja, dan pihak yang memperoleh keuntungan dari perdagangan emas.
Pencegahan tragedi serupa membutuhkan formalisasi pertambangan rakyat, inspeksi rutin, pemetaan geologi, penyangga terowongan, sistem peringatan longsor, pelatihan penyelamatan, alat pelindung, akses layanan kesehatan, serta jalur perdagangan emas yang transparan dan bertanggung jawab.
Kilauan emas Zamboye akhirnya memperlihatkan harga kemanusiaan yang mengerikan ketika sumber daya alam ditambang tanpa keselamatan memadai, sementara para pemuda dan perempuan miskin mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan keluarga mereka dari keputusasaan. (Ali)

