Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Tangani Dampak Gempa M 7 NTT

SulawesiPos.com – Pemerintah belum membuka opsi menerima bantuan dari negara asing untuk menangani dampak gempa bumi bermagnitudo (M) 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih optimistis mampu menangani dampak bencana dengan sumber daya yang tersedia.

Hal tersebut disampaikan Prasetyo saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

“Belum (membuka bantuan negara lain) ya,” kata Prasetyo.

Prasetyo mengatakan pemerintah terus memantau kondisi di lapangan melalui laporan berkala. Berdasarkan laporan tersebut, penanganan dampak gempa dinilai masih dapat dilakukan dengan baik.

“Nanti kita lihat, karena berdasarkan laporan harian yang kami terima dari teman-teman yang memonitor di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik,” ujar Prasetyo.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk masyarakat terdampak. Penanganan tersebut mencakup penyediaan logistik, pengungsian, hingga rencana pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

“Baik kebutuhan logistik, pengungsian, bahkan rencana perbaikan huntara maupun huntap sudah dalam proses identifikasi,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Update Gempa NTT: 47 Orang Tewas, 346 Rumah Rusak

BNPB: Tak Ada Lagi Warga Hilang Akibat Gempa NTT

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tidak ada lagi warga yang dinyatakan hilang akibat gempa M 7 di NTT hingga Senin (17/8/2026).

Meski demikian, tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih disiagakan di sejumlah wilayah terdampak untuk mengantisipasi adanya laporan baru serta memastikan proses pencarian tetap berjalan.

“Tim dari Basarnas masih siaga di tujuh kabupaten terdampak. Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Senin (17/8/2026).

Kemenkes Kirim Dua Rumah Sakit Lapangan

Penanganan terhadap korban gempa juga dilakukan dari sisi layanan kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke daerah terdampak.

BACA JUGA:  Bayi Lahir di Ambulans Saat Gempa Flores, Diberi Nama Agustin Gempita Aurora

Dua rumah sakit lapangan tersebut dikirim ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo untuk mempercepat pelayanan medis bagi masyarakat yang menjadi korban gempa.

“Kemenkes sudah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo. Diharapkan rumah sakit ini dapat segera melayani warga yang menjadi korban gempa bumi dan membutuhkan evakuasi,” ucap Berton.

Pengiriman rumah sakit lapangan dilakukan karena sejumlah fasilitas kesehatan ikut terdampak akibat gempa.

“Mengingat banyak fasilitas rumah sakit dan puskesmas yang turut terdampak akibat gempa ini,” tambahnya.

Pemerintah hingga kini terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak gempa NTT, termasuk memastikan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta tempat tinggal bagi masyarakat yang terdampak bencana.

SulawesiPos.com – Pemerintah belum membuka opsi menerima bantuan dari negara asing untuk menangani dampak gempa bumi bermagnitudo (M) 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih optimistis mampu menangani dampak bencana dengan sumber daya yang tersedia.

Hal tersebut disampaikan Prasetyo saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

“Belum (membuka bantuan negara lain) ya,” kata Prasetyo.

Prasetyo mengatakan pemerintah terus memantau kondisi di lapangan melalui laporan berkala. Berdasarkan laporan tersebut, penanganan dampak gempa dinilai masih dapat dilakukan dengan baik.

“Nanti kita lihat, karena berdasarkan laporan harian yang kami terima dari teman-teman yang memonitor di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik,” ujar Prasetyo.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk masyarakat terdampak. Penanganan tersebut mencakup penyediaan logistik, pengungsian, hingga rencana pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

“Baik kebutuhan logistik, pengungsian, bahkan rencana perbaikan huntara maupun huntap sudah dalam proses identifikasi,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Bayi Lahir di Ambulans Saat Gempa Flores, Diberi Nama Agustin Gempita Aurora

BNPB: Tak Ada Lagi Warga Hilang Akibat Gempa NTT

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tidak ada lagi warga yang dinyatakan hilang akibat gempa M 7 di NTT hingga Senin (17/8/2026).

Meski demikian, tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih disiagakan di sejumlah wilayah terdampak untuk mengantisipasi adanya laporan baru serta memastikan proses pencarian tetap berjalan.

“Tim dari Basarnas masih siaga di tujuh kabupaten terdampak. Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Senin (17/8/2026).

Kemenkes Kirim Dua Rumah Sakit Lapangan

Penanganan terhadap korban gempa juga dilakukan dari sisi layanan kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke daerah terdampak.

BACA JUGA:  Gerak Cepat Mentan Amran Kirim Bantuan Pangan 75,4 milyar untuk bencana di NTT

Dua rumah sakit lapangan tersebut dikirim ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo untuk mempercepat pelayanan medis bagi masyarakat yang menjadi korban gempa.

“Kemenkes sudah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo. Diharapkan rumah sakit ini dapat segera melayani warga yang menjadi korban gempa bumi dan membutuhkan evakuasi,” ucap Berton.

Pengiriman rumah sakit lapangan dilakukan karena sejumlah fasilitas kesehatan ikut terdampak akibat gempa.

“Mengingat banyak fasilitas rumah sakit dan puskesmas yang turut terdampak akibat gempa ini,” tambahnya.

Pemerintah hingga kini terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak gempa NTT, termasuk memastikan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta tempat tinggal bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru