SulawesiPos.com – Indonesia membuka ekspor perdana 1.000 ton beras premium ke Malaysia menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia setelah pemerintah memastikan stok nasional aman di level 5,2 juta ton.
Pengiriman tahap awal itu disiapkan untuk pasar Sarawak, yang kebutuhannya diperkirakan mencapai 200.000 ton per tahun.
Angle utama dari langkah ini bukan hanya pengiriman perdana ke negara tetangga, tetapi perubahan posisi Indonesia dari negara yang lama identik dengan impor menjadi pemasok beras ke pasar regional.
Pemerintah menekankan ekspor dibuka setelah kebutuhan domestik dinyatakan aman dan kapasitas penyimpanan nasional bahkan masih menampung surplus.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor ke Malaysia menjadi penanda bahwa produksi pangan nasional kini tidak hanya mencukupi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai memiliki ruang masuk ke pasar internasional.
“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Mentan Amran saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Amran, keputusan itu diambil setelah pemerintah memastikan stok beras nasional dalam kondisi kuat.
Ia menyebut cadangan beras di Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton dan pemerintah bahkan menyiapkan tambahan kapasitas gudang karena posisi produksi sedang surplus.
“Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus,” katanya.
Pasar Sarawak Jadi Titik Awal
Amran menjelaskan pengiriman 1.000 ton ini disiapkan sebagai tahap awal dan akan dilakukan bertahap.
Jika respons pasar berjalan baik, volume ekspor dari Indonesia ke Malaysia berpotensi meningkat signifikan, terutama untuk memenuhi kebutuhan Sarawak.
“Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun,” ujar Mentan Amran.
Kerja sama itu, menurut dia, juga sudah dibahas langsung dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia Datuk Seri Mohamad Sabu.
Amran mengatakan pemerintah Malaysia menyambut positif rencana tersebut dan membuka peluang percepatan peningkatan volume ekspor dari Indonesia.
“Baru saja kami bicara dengan Menteri Pertanian Malaysia, Bapak Datuk Seri Mohamad Sabu. Beliau mengapresiasi dan beliau akan mempercepat dan memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia,” katanya.
Dari sisi perdagangan, harga beras yang disepakati disebut berada di kisaran 3,9 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp17.000 per kilogram.
Dengan proyeksi ekspor hingga 200.000 ton, nilai perdagangan beras itu diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp3,39 triliun.
Amran menegaskan terbukanya pasar ekspor juga diarahkan untuk memperluas manfaat ekonomi bagi petani.
Menurut dia, pasar yang lebih luas dan harga yang kompetitif akan memberi peluang pendapatan yang lebih baik bagi produsen beras dalam negeri.
“Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor,” tegasnya.
Malaysia Siapkan Jalur Entikong
General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd Jumaat bin Ibrahim mengatakan kebutuhan beras di Sarawak mencapai sekitar 200.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan Malaysia secara keseluruhan melebihi 1,5 juta ton per tahun.
Karena itu, pengiriman 1.000 ton pertama diposisikan sebagai langkah promosi untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Sarawak dan Malaysia.
“Untuk Sarawak kita membutuhkan lebih kurang 200.000 ton untuk setahun. Dan ini kita akan usahakan dengan cara promosi di mana 1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khasnya dan Malaysia amnya,” ujar Jumaat.
Ia menilai kerja sama ini tidak hanya bernilai bisnis, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan dua negara serumpun.
Pengiriman perdana tersebut, kata dia, direncanakan melalui perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, sebagai simbol kedekatan geografis Sarawak dan Kalimantan Barat.
“Bukan hanya untuk secara bisnis, tapi ini adalah satu kata orang menyambung silaturahmi,” katanya.
“Untuk pertama kita akan order 1.000 ton dahulu dan kita akan menggunakan border Entikong untuk simboliknya untuk penghantaran yang pertama,” ujar Jumaat.

