Gelombang 5 Meter Rusak 22 Perahu Nelayan di Gunungkidul

SulawesiPos.com – Gelombang tinggi hingga sekitar 18 feet atau kurang lebih 5 meter menerjang sejumlah kawasan Pantai Selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa, 11 Agustus 2026, merusak 22 perahu nelayan di Pantai Baron dan Pelabuhan Gesing serta memicu kerusakan ringan di Pantai Jungwok.

Data kerusakan yang dihimpun petugas rescue pantai menunjukkan dampak terparah terjadi di dua titik tambat perahu nelayan, saat ombak besar menghantam perahu-perahu yang sudah diamankan di area pesisir.

Di Pantai Baron, empat perahu dilaporkan rusak berat dan tujuh lainnya rusak ringan.

Sementara di Pelabuhan Gesing, empat perahu rusak berat, dua perahu tenggelam di dermaga, dan lima perahu lain mengalami rusak ringan.

Di Pantai Jungwok, air laut sempat masuk ke daratan dan merusak ringan satu warung kecil milik warga.

Petugas di lapangan menyebut dampak yang lebih besar berhasil ditekan karena nelayan, pedagang, dan warga pesisir sudah lebih dulu menerima informasi peringatan dini, sehingga barang dagangan dan perlengkapan yang rawan terdampak sempat diamankan.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini, Minggu 2 Agustus 2026: Cerah Berawan, Malam Berawan

Dampak Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, menyebut total perahu yang terdampak mencapai 22 unit, dengan sebaran kerusakan di Pantai Baron dan Pelabuhan Gesing.

Sumber lapangan lain dari wilayah operasi Pantai Wediombo juga melaporkan satu warung kecil di Pantai Jungwok mengalami rusak ringan setelah gelombang masuk hingga area daratan.

Selain kerusakan perahu dan warung, laporan lapangan juga menyebut ada kerusakan infrastruktur sederhana di kawasan pantai saat gelombang besar menyapu pesisir.

Peringatan BMKG dan Risiko Beberapa Hari ke Depan

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk periode 9 sampai 12 Agustus 2026, dengan potensi gelombang sangat tinggi 4 hingga 6 meter di sejumlah wilayah Samudra Hindia selatan, termasuk selatan DI Yogyakarta.

Di laman prakiraan perairan Gunungkidul yang berlaku Rabu, 12 Agustus 2026 hingga 15 Agustus 2026, BMKG juga masih menampilkan peringatan gelombang tinggi dengan ketinggian sekitar 3,1 meter di perairan setempat.

BACA JUGA:  Gempa Palu Terasa hingga Pinrang Sulsel, BMKG Catat Guncangan II-III MMI

Kondisi ini membuat nelayan, pelaku wisata bahari, dan warga yang beraktivitas di sekitar pantai diminta tetap waspada, karena gelombang tinggi dinilai masih berisiko bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal berukuran besar.

Dengan ancaman gelombang yang belum sepenuhnya reda, kewaspadaan di pesisir selatan Gunungkidul masih menjadi kunci agar kerusakan tidak meluas dalam beberapa hari ke depan.

SulawesiPos.com – Gelombang tinggi hingga sekitar 18 feet atau kurang lebih 5 meter menerjang sejumlah kawasan Pantai Selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa, 11 Agustus 2026, merusak 22 perahu nelayan di Pantai Baron dan Pelabuhan Gesing serta memicu kerusakan ringan di Pantai Jungwok.

Data kerusakan yang dihimpun petugas rescue pantai menunjukkan dampak terparah terjadi di dua titik tambat perahu nelayan, saat ombak besar menghantam perahu-perahu yang sudah diamankan di area pesisir.

Di Pantai Baron, empat perahu dilaporkan rusak berat dan tujuh lainnya rusak ringan.

Sementara di Pelabuhan Gesing, empat perahu rusak berat, dua perahu tenggelam di dermaga, dan lima perahu lain mengalami rusak ringan.

Di Pantai Jungwok, air laut sempat masuk ke daratan dan merusak ringan satu warung kecil milik warga.

Petugas di lapangan menyebut dampak yang lebih besar berhasil ditekan karena nelayan, pedagang, dan warga pesisir sudah lebih dulu menerima informasi peringatan dini, sehingga barang dagangan dan perlengkapan yang rawan terdampak sempat diamankan.

BACA JUGA:  Puncak Kekeringan di Makassar Diperkirakan September-Oktober 2026, BPBD Siapkan Status Tanggap Darurat

Dampak Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, menyebut total perahu yang terdampak mencapai 22 unit, dengan sebaran kerusakan di Pantai Baron dan Pelabuhan Gesing.

Sumber lapangan lain dari wilayah operasi Pantai Wediombo juga melaporkan satu warung kecil di Pantai Jungwok mengalami rusak ringan setelah gelombang masuk hingga area daratan.

Selain kerusakan perahu dan warung, laporan lapangan juga menyebut ada kerusakan infrastruktur sederhana di kawasan pantai saat gelombang besar menyapu pesisir.

Peringatan BMKG dan Risiko Beberapa Hari ke Depan

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk periode 9 sampai 12 Agustus 2026, dengan potensi gelombang sangat tinggi 4 hingga 6 meter di sejumlah wilayah Samudra Hindia selatan, termasuk selatan DI Yogyakarta.

Di laman prakiraan perairan Gunungkidul yang berlaku Rabu, 12 Agustus 2026 hingga 15 Agustus 2026, BMKG juga masih menampilkan peringatan gelombang tinggi dengan ketinggian sekitar 3,1 meter di perairan setempat.

BACA JUGA:  Gempa M 5,4 Guncang Teluk Tomini Sulawesi Tengah, Dirasakan hingga Gorontalo dan Luwuk

Kondisi ini membuat nelayan, pelaku wisata bahari, dan warga yang beraktivitas di sekitar pantai diminta tetap waspada, karena gelombang tinggi dinilai masih berisiko bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal berukuran besar.

Dengan ancaman gelombang yang belum sepenuhnya reda, kewaspadaan di pesisir selatan Gunungkidul masih menjadi kunci agar kerusakan tidak meluas dalam beberapa hari ke depan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru