Amran juga mengingatkan para mahasiswa baru agar tidak menyia-nyiakan kesempatan menjadi bagian dari Universitas Hasanuddin. Menurutnya, mereka yang berhasil masuk Unhas telah melewati proses seleksi yang ketat dan karena itu memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin.
“Anda yang masuk di sini adalah putra-putri terbaik bangsa yang lolos di Unhas kurang dari 10 persen. Anda adalah orang terbaik. Jangan sia-siakan waktumu di sini,” ujarnya.
Ia meminta mahasiswa tidak menjadikan kuliah sekadar perjalanan untuk memperoleh ijazah. Kampus, kata Amran, harus menjadi ruang untuk membangun ilmu, karakter, keterampilan, kedisiplinan, serta mental menghadapi kehidupan.
“Jadilah manusia yang unggul. Syaratnya pertama itu berilmu. Kemudian yang kedua, bekerja keras, berakhlak mulia. Insya Allah pasti bisa berhasil,” pesannya.
Amran juga mengingatkan bahwa di balik setiap mahasiswa terdapat doa dan harapan orang tua yang menginginkan anaknya berhasil dan memiliki akhlak yang baik.
“Orang tuamu mengiringi dengan doa setiap malam agar kamu menjadi manusia sukses dan berakhlak mulia. Jangan sia-siakan itu,” katanya.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk berani berjuang sejak sekarang.
“Kalau mau sukses, sekarang kamu berjuang. Struggle now. Jangan bermain-main dengan masa depan. Gunakan waktu ini untuk membentuk diri,” tegasnya.
Pesan tentang keberanian menghadapi tantangan tersebut juga dikaitkan Amran dengan pengalamannya menjalankan amanah sebagai Menteri Pertanian. Ia menceritakan bagaimana Presiden Prabowo Subianto memberikan target swasembada pangan dalam empat tahun. Target tersebut kemudian dipacu untuk diwujudkan jauh lebih cepat.
Bagi Amran, target besar tidak boleh menjadi alasan untuk mundur. Justru tantangan harus diubah menjadi energi untuk bekerja lebih cepat, mencari solusi, dan berani mengambil tanggung jawab.
“Tidak ada yang tidak bisa. Yang ada adalah sulit. Kalau sulit, cari caranya,” ujarnya.
Menurut Amran, pengalaman tersebut menjadi contoh bahwa perubahan besar membutuhkan keberanian untuk mengubah cara berpikir, kemudian menerjemahkannya dalam kerja nyata dan konsisten.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan Universitas Hasanuddin yang dinilainya terus menunjukkan prestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Rektor. Luar biasa prestasi Unhas sekarang ini. Bahkan ada trofi sebagai perguruan tinggi terbaik yang dulunya diraih UI, UGM, dan seterusnya,” ujar Amran.
Ia menyebut capaian Unhas yang mampu mempertahankan prestasinya selama dua tahun berturut-turut sebagai sesuatu yang patut diapresiasi sekaligus menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika.

