“Lakukan pasar di mana butuh. Pasar murah,” pinta Mentan Amran kepada Kepala Bulog yang turut hadir mendampingi.
Amran menegaskan lonjakan harga beras tidak boleh kembali terjadi karena pemerintah mengklaim memiliki stok nasional yang kuat untuk intervensi.
“Tidak boleh ada cerita harga 25 ribu. 17 ribu. Jangan sampai lagi harga seperti itu,” ujar Mentan Amran.
“Stok tertinggi selama Republik ini berdiri adalah pada saat zaman Pak Prabowo. Sekarang aman. Kita punya lima juta ton dan kapasitas gudang tiga juta ton. Stok kita berlebih.” katanya.
Padi dan Jagung Disiapkan untuk Hasil Cepat
Strategi kedua diarahkan pada peningkatan produksi pangan masyarakat melalui dukungan benih padi, alat dan mesin pertanian, pompa, serta sarana produksi lain agar lahan yang dikembangkan cepat menghasilkan.
Saat masyarakat mengusulkan pengembangan sekitar 1.000 hektare, Kementan justru menyatakan siap mendukung sampai 3.000 hektare untuk padi.
“Yang jarak pendek adalah, Benih padi tadi yang minta itu 1 hektar. Nah, aku kasih 2 ribu, malah 3 ribu hektar. Mana tadi yang minta 1 hektar? Ketua Kelompok Tani minta 1 hektar. Nah, kita kasih 3 ribu,” ujar Mentan Amran.
Ia mengatakan dukungan itu akan dibarengi benih, alsintan, pompa, dan sarana lain agar panen dapat dirasakan warga dalam waktu relatif singkat.
“Kita beri benih, alsintan, pompa, dan macam-macam. Ini 3 bulan sudah panen. Ya kan? 4 bulan lah,” katanya.
Strategi ketiga dipasang untuk jangka menengah melalui pengembangan jagung seluas 3.000 hektare di Alor sebagai sumber pertumbuhan ekonomi pertanian berikutnya.
“Kemudian jagung. Tadi sudah ada 3 ribu hektar. Jagung 3 ribu tadi ya. Ini menengah,” ujar Mentan Amran.

