Petugas turut mewaspadai kemungkinan sarang satwa, telur, maupun anakan ikut terbakar atau terganggu akibat kobaran api.
Namun, BB-TNBTS menyebut area tebing yang menjadi pusat kebakaran tidak banyak menjadi habitat satwa besar, sehingga satwa yang paling berpotensi terdampak adalah serangga serta sejumlah tumbuhan dan fauna endemik kawasan Bromo Tengger Semeru.
Akibat kebakaran tersebut, empat pintu masuk wisata Bromo ditutup total, sementara wisatawan yang telanjur membeli tiket diminta mengajukan perubahan jadwal atau pengembalian dana.

