Temuan awal aparat menunjukkan pelaku masih membawa banyak amunisi saat tiba di sekolah.
Detail itu menambah kekhawatiran bahwa jumlah korban bisa lebih besar andaikan guru, siswa, dan petugas tidak bergerak cepat menyelamatkan diri ketika suara tembakan mulai terdengar.
Pihak berwenang hingga Sabtu pag belum mengumumkan motif pasti penembakan.
Namun Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan pelaku diduga mengalami tekanan terkait urusan sekolah.
Polisi dan pejabat pendidikan masih menyelidiki latar belakang kejadian, termasuk bagaimana pelaku membawa senjata ke sekolah.
Thailand Kembali Disorot soal Senjata Api
Insiden di Debsirin Nonthaburi kembali memicu sorotan terhadap keamanan sekolah dan kepemilikan senjata api di Thailand, negara yang dalam beberapa tahun terakhir berulang kali diguncang penembakan besar.
Pemerintah setempat mengerahkan dukungan medis dan layanan pemulihan psikologis untuk korban, keluarga, serta para siswa yang menyaksikan kejadian tersebut.
Kelas di Debsirin Nonthaburi School dilaporkan dihentikan sementara setelah serangan pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Aparat masih berjaga di lokasi saat proses identifikasi korban dan pengumpulan barang bukti terus berlangsung.

