BPS Proyeksikan Produksi Beras Januari-September 2026 Capai 28,71 Juta Ton

Ateng menjelaskan mayoritas tanaman padi dalam kelompok standing crop itu telah memasuki fase generatif sebesar 13,34 persen.

Fase ini diperkirakan memasuki masa panen pada Juli 2026 sehingga berpotensi menopang produksi padi dan beras nasional pada triwulan ketiga.

Kementan Soroti Mitigasi Kekeringan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai proyeksi kenaikan produksi beras ini menunjukkan program percepatan produksi yang dijalankan pemerintah mulai memberi hasil.

“Di tengah tantangan iklim, produksi pangan tidak boleh turun. Justru seluruh jajaran pertanian harus bergerak lebih cepat memastikan petani tetap berproduksi dengan optimal,” ujar Amran.

Menurut Amran, Kementerian Pertanian mengantisipasi potensi kekeringan melalui percepatan luas tambah tanam, optimasi lahan, pompanisasi, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta pendampingan intensif di sentra produksi.

Langkah itu disebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan air dan memastikan aktivitas budidaya tidak terganggu selama musim kemarau.

BACA JUGA:  Mentan Amran Gerak Cepat Salurkan 24 Truk Bantuan Untuk Korban Longsor Cisarua, Siapkan Solusi Permanen Cegah Bencana

Ateng menjelaskan mayoritas tanaman padi dalam kelompok standing crop itu telah memasuki fase generatif sebesar 13,34 persen.

Fase ini diperkirakan memasuki masa panen pada Juli 2026 sehingga berpotensi menopang produksi padi dan beras nasional pada triwulan ketiga.

Kementan Soroti Mitigasi Kekeringan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai proyeksi kenaikan produksi beras ini menunjukkan program percepatan produksi yang dijalankan pemerintah mulai memberi hasil.

“Di tengah tantangan iklim, produksi pangan tidak boleh turun. Justru seluruh jajaran pertanian harus bergerak lebih cepat memastikan petani tetap berproduksi dengan optimal,” ujar Amran.

Menurut Amran, Kementerian Pertanian mengantisipasi potensi kekeringan melalui percepatan luas tambah tanam, optimasi lahan, pompanisasi, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta pendampingan intensif di sentra produksi.

Langkah itu disebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan air dan memastikan aktivitas budidaya tidak terganggu selama musim kemarau.

BACA JUGA:  Pakar Hukum Dukung Ketegasan Mentan Amran Bongkar Penyelundupan Beras

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru