Aksi Heroik TB Hasnur 26 Selamatkan Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

SulawesiPos.com – Aksi heroik kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kebakaran menyelamatkan ratusan penumpang KM Mutiara Sentosa 2 saat kapal rute Surabaya-Makassar itu terbakar di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, Minggu, 2 Agustus 2026.

Di tengah kobaran api yang membuat penumpang terdesak di anjungan dan haluan, TB Hasnur 26 menjadi kapal yang paling depan mengevakuasi korban, termasuk mereka yang melompat ke laut demi bertahan hidup.

Insiden itu terjadi setelah kapal penumpang tersebut dilaporkan terbakar sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor SAR Surabaya, KM Mutiara Sentosa 2 mengangkut sekitar 250 orang.

Saat posisi kapal terpantau sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi, kondisi di atas geladak sudah genting karena api disebut hampir menghanguskan kapal.

Di titik itulah penyelamatan pertama justru banyak ditopang kapal-kapal sipil yang lebih dulu berada di sekitar lokasi.

Meratus Project 3 menjadi salah satu kapal awal yang melaporkan posisi kapal terbakar ke petugas.

BACA JUGA:  Dugaan Penyebab KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar Terungkap, Korban Sebut Truk Muatan Plastik Alami Korsleting

Namun kapal itu tidak bisa menempel langsung ke badan KM Mutiara Sentosa 2 karena membawa muatan berbahaya.

“Meratus posisinya mendekat, tapi tidak bisa merapat karena membawa muatan hazmat. Jadi yang melakukan proses evakuasi adalah tugboat,” kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy.

Peran tugboat itu kemudian diambil TB Hasnur 26.

Kapal tersebut maju lebih dekat ke area kebakaran saat para penumpang sudah berkumpul rapat di bagian depan kapal sambil mengenakan jaket pelampung.

Dalam situasi yang terus berubah, TB Hasnur 26 bukan hanya mengevakuasi penumpang yang masih bertahan di atas kapal, tetapi juga membantu mengangkat korban yang sudah terjun ke laut.

Evakuasi Berlangsung di Tengah Kepanikan

Kepanikan penumpang memuncak ketika api dan asap makin menekan ruang aman di atas kapal.

Sejumlah penumpang akhirnya memilih melompat ke laut.

Pada fase ini, penyelamatan kembali bertumpu pada kapal-kapal yang sudah lebih dulu merapat di sekitar lokasi.

BACA JUGA:  Perempuan 51 Tahun yang Hilang di Hutan Battang Barat Palopo Ditemukan Selamnat, Tampak Sakit dan Kelelahan

“Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi ada 4 kapal yang merapat,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit.

Didit menyebut proses penyelamatan terus berjalan sambil petugas memastikan kapal mana saja yang paling aman dan paling mungkin dipakai untuk membantu pengangkutan korban.

Menurut dia, dua kapal yang lebih dulu terkonfirmasi mendekat ke titik kejadian ialah TB Hasnur 26 dan Meratus Project 3, sebelum kapal-kapal lain ikut memberi bantuan sesuai kemampuan di lapangan.

Situasi darurat itu membuat operasi penyelamatan tidak menunggu armada SAR besar tiba lebih dulu.

Pos SAR Sumenep bergerak ke lokasi, sementara KN SAR 249 Permadi disiapkan dari Surabaya dengan waktu tempuh berjam-jam.

Karena itu, kapal-kapal sipil di sekitar perairan Sumenep menjadi penolong pertama yang menentukan keselamatan banyak penumpang pada fase paling kritis.

Hingga sekitar pukul 12.38 WIB, evakuasi dilaporkan masih berlangsung.

BACA JUGA:  Korban Selamat KM Mutiara Sentosa 2 Dievakuasi ke Tanjung Perak Usai Kebakaran di Laut

“Yang pasti sekarang sedang proses evakuasi dan terakhir kami dapat informasi kurang lebih tinggal 40 sampai 45 penumpang yang belum terevakuasi,” ujar Didit. Penyebab kebakaran hingga siang hari masih dalam penyelidikan.

SulawesiPos.com – Aksi heroik kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kebakaran menyelamatkan ratusan penumpang KM Mutiara Sentosa 2 saat kapal rute Surabaya-Makassar itu terbakar di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, Minggu, 2 Agustus 2026.

Di tengah kobaran api yang membuat penumpang terdesak di anjungan dan haluan, TB Hasnur 26 menjadi kapal yang paling depan mengevakuasi korban, termasuk mereka yang melompat ke laut demi bertahan hidup.

Insiden itu terjadi setelah kapal penumpang tersebut dilaporkan terbakar sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor SAR Surabaya, KM Mutiara Sentosa 2 mengangkut sekitar 250 orang.

Saat posisi kapal terpantau sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi, kondisi di atas geladak sudah genting karena api disebut hampir menghanguskan kapal.

Di titik itulah penyelamatan pertama justru banyak ditopang kapal-kapal sipil yang lebih dulu berada di sekitar lokasi.

Meratus Project 3 menjadi salah satu kapal awal yang melaporkan posisi kapal terbakar ke petugas.

BACA JUGA:  Persebaya Awali Piala Presiden 2026 dengan Kalahkan Persija 1-0

Namun kapal itu tidak bisa menempel langsung ke badan KM Mutiara Sentosa 2 karena membawa muatan berbahaya.

“Meratus posisinya mendekat, tapi tidak bisa merapat karena membawa muatan hazmat. Jadi yang melakukan proses evakuasi adalah tugboat,” kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy.

Peran tugboat itu kemudian diambil TB Hasnur 26.

Kapal tersebut maju lebih dekat ke area kebakaran saat para penumpang sudah berkumpul rapat di bagian depan kapal sambil mengenakan jaket pelampung.

Dalam situasi yang terus berubah, TB Hasnur 26 bukan hanya mengevakuasi penumpang yang masih bertahan di atas kapal, tetapi juga membantu mengangkat korban yang sudah terjun ke laut.

Evakuasi Berlangsung di Tengah Kepanikan

Kepanikan penumpang memuncak ketika api dan asap makin menekan ruang aman di atas kapal.

Sejumlah penumpang akhirnya memilih melompat ke laut.

Pada fase ini, penyelamatan kembali bertumpu pada kapal-kapal yang sudah lebih dulu merapat di sekitar lokasi.

BACA JUGA:  Korban Selamat KM Mutiara Sentosa 2 Dievakuasi ke Tanjung Perak Usai Kebakaran di Laut

“Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi ada 4 kapal yang merapat,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit.

Didit menyebut proses penyelamatan terus berjalan sambil petugas memastikan kapal mana saja yang paling aman dan paling mungkin dipakai untuk membantu pengangkutan korban.

Menurut dia, dua kapal yang lebih dulu terkonfirmasi mendekat ke titik kejadian ialah TB Hasnur 26 dan Meratus Project 3, sebelum kapal-kapal lain ikut memberi bantuan sesuai kemampuan di lapangan.

Situasi darurat itu membuat operasi penyelamatan tidak menunggu armada SAR besar tiba lebih dulu.

Pos SAR Sumenep bergerak ke lokasi, sementara KN SAR 249 Permadi disiapkan dari Surabaya dengan waktu tempuh berjam-jam.

Karena itu, kapal-kapal sipil di sekitar perairan Sumenep menjadi penolong pertama yang menentukan keselamatan banyak penumpang pada fase paling kritis.

Hingga sekitar pukul 12.38 WIB, evakuasi dilaporkan masih berlangsung.

BACA JUGA:  Basarnas Perketat Pengawasan Jalur Mudik di Bone, Personel Disiagakan di Titik Strategis

“Yang pasti sekarang sedang proses evakuasi dan terakhir kami dapat informasi kurang lebih tinggal 40 sampai 45 penumpang yang belum terevakuasi,” ujar Didit. Penyebab kebakaran hingga siang hari masih dalam penyelidikan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru