Karena itu, meski seluruh anggota ekspedisi kemudian dipastikan meninggal, proses pemulihan jenazah tetap berjalan bertahap dan belum bisa dilakukan sekaligus.
Tragedi ini kembali menunjukkan tingginya risiko ekspedisi di pegunungan Pakistan, terutama pada jalur pendakian delapan ribuan yang rawan longsor, runtuhan es, dan perubahan cuaca mendadak dalam hitungan menit.
Warisan Rekor Nimsdai
Kepergian Purja menjadi pukulan besar bagi dunia pendakian internasional karena ia selama ini dikenal bukan hanya sebagai atlet ekstrem, tetapi juga simbol keberanian dan ambisi yang mengubah batas kemungkinan di gunung-gunung tinggi dunia.
Pada 2019, Purja mencatat rekor mendaki seluruh 14 gunung di atas 8.000 meter hanya dalam 189 hari. Pencapaian itu kemudian melambungkan namanya ke panggung global dan diabadikan dalam film dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible.
Sebelum fokus penuh di dunia pendakian, Purja juga memiliki latar belakang militer Inggris dan dikenal pernah bertugas selama 16 tahun, termasuk 10 tahun di pasukan khusus.
Jejak itulah yang ikut membentuk reputasinya sebagai pendaki dengan disiplin, daya tahan, dan naluri penyelamatan yang sangat dihormati di komunitas gunung.
Kini, warisan Nimsdai tidak hanya tinggal pada deretan rekor, tetapi juga pada pengaruhnya terhadap generasi pendaki baru yang melihat gunung bukan sekadar arena prestasi, melainkan ruang untuk menguji batas keberanian manusia.

