“Pencapaian Ananda Herson terbukti mendapat pengakuan dunia karena menyabet gelar Grand Champion di ajang berhitung cepat tanpa alat bantu,” kata Hendra.
Sekolah Sebut Kerja Keras Siswa Terbayar Tuntas
Direktur Pendidikan Al Biruni Mandiri School, Muhammad Arafah Kube, yang mendampingi Herson di Panama, mengaku bangga atas capaian anak didiknya tersebut.
Ia menilai keberhasilan Herson menembus persaingan ketat hingga menjadi Grand Champion menunjukkan hasil dari ketekunan, disiplin, dan kerja keras selama masa persiapan.
“Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Ketekunan, kedisiplinan hingga kerja keras ananda Herson dalam belajar, semua terbayarkan tuntas dengan hasil yang sangat memuaskan dan membanggakan negara Indonesia,” ujar Arafah.
Arafah berharap prestasi dunia yang diraih Herson dapat memicu pelajar lain di Indonesia, khususnya di SMP IT Al Biruni Mandiri, untuk mengejar dan menorehkan prestasi di bidang pendidikan.
“Kami selalu menanamkan keyakinan kepada anak didik di sekolah bahwa setiap kerja keras yang dilakukan pasti akan membuahkan hasil,” paparnya.
Ia juga berharap pelajar berprestasi di tingkat nasional maupun internasional mendapat perhatian serius dari pemerintah demi keberlangsungan pendidikan mereka hingga ke jenjang tertinggi.
Kompetisi ALOHA merupakan ajang aritmetika mental internasional untuk anak-anak yang menguji kecepatan dan akurasi berhitung dengan visualisasi memori otak tanpa bantuan alat hitung.
Selain mengejar prestasi, lomba ini juga ditujukan untuk melatih kemampuan berpikir logis, konsentrasi, memori, serta membangun rasa percaya diri peserta.

