Bapanas Pastikan Pasokan Beras Premium Aman, Penyaluran ke Ritel Modern Tetap Jalan

Ia menjelaskan kelompok menengah ke atas memang mengeluarkan biaya sedikit lebih besar, sementara masyarakat menengah ke bawah tetap disangga lewat intervensi dan bantuan pemerintah.

Dalam pandangan Bapanas, kondisi itu masih berada dalam titik seimbang antara perlindungan konsumen dan keberlanjutan produksi pangan.

Ketut juga meminta publik tidak hanya melihat kenaikan harga dari sisi hilir.

Menurut dia, ruang harga yang lebih baik di pasar turut memberi margin yang wajar bagi petani di hulu agar produksi tetap terjaga.

“Kita jangan hanya melihat di hilir, tetapi harus melihat kondisi di hulu. Arahan Presiden Prabowo Subianto adalah mewujudkan swasembada. Jika ingin swasembada, tentu petani kita harus berada dalam posisi yang nyaman untuk terus berproduksi,” tegas Ketut.

Dalam penjelasannya, Bapanas menilai stabilitas harga dan pasokan perlu dijaga bersamaan agar target swasembada pangan tidak menekan petani.

Karena itu, dinamika harga beras premium disebut tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga insentif produksi di tingkat hulu.

BACA JUGA:  Lima Strategi Gaspol Mentan Amran Bikin Indonesia Swasembada Beras

“Jika kita swasembada, masyarakat tentu menjadi lebih tenang dan makmur. Jangan sampai kejadian seperti peternak ayam petelur terulang, di mana harga sempat anjlok ke Rp 16.000 dari yang seharusnya Rp 24.000. Petani dan peternak kita harus terus dijaga tingkat harganya,” pungkasnya.

Ia menjelaskan kelompok menengah ke atas memang mengeluarkan biaya sedikit lebih besar, sementara masyarakat menengah ke bawah tetap disangga lewat intervensi dan bantuan pemerintah.

Dalam pandangan Bapanas, kondisi itu masih berada dalam titik seimbang antara perlindungan konsumen dan keberlanjutan produksi pangan.

Ketut juga meminta publik tidak hanya melihat kenaikan harga dari sisi hilir.

Menurut dia, ruang harga yang lebih baik di pasar turut memberi margin yang wajar bagi petani di hulu agar produksi tetap terjaga.

“Kita jangan hanya melihat di hilir, tetapi harus melihat kondisi di hulu. Arahan Presiden Prabowo Subianto adalah mewujudkan swasembada. Jika ingin swasembada, tentu petani kita harus berada dalam posisi yang nyaman untuk terus berproduksi,” tegas Ketut.

Dalam penjelasannya, Bapanas menilai stabilitas harga dan pasokan perlu dijaga bersamaan agar target swasembada pangan tidak menekan petani.

Karena itu, dinamika harga beras premium disebut tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga insentif produksi di tingkat hulu.

BACA JUGA:  Alex Indra Lukman Dorong Pemerintah Susun Peta Jalan Ekspor Beras di Tengah Stok Melimpah

“Jika kita swasembada, masyarakat tentu menjadi lebih tenang dan makmur. Jangan sampai kejadian seperti peternak ayam petelur terulang, di mana harga sempat anjlok ke Rp 16.000 dari yang seharusnya Rp 24.000. Petani dan peternak kita harus terus dijaga tingkat harganya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru