Makassar Jadi Model Transformasi Saka Wanabakti KTI, Perkuat Peran Generasi Muda Pelestari Hutan

SulawesiPos.com – Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diproyeksikan menjadi model transformasi Saka Wanabakti di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Proyeksi ini bertujuan untuk meningkatkan orientasi dan penyusunan program pembinaan generasi muda pelestari hutan di lapangan, sebagai bagian dari upaya kolaboratif antara Kementerian Kehutanan dan Gerakan Pramuka.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Kementerian Kehutanan, Luckmi Purwandari, menyatakan bahwa langkah awal transformasi ini ditandai dengan pelantikan Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) dan Pimpinan Saka (Pinsaka) Wanabakti Kota Makassar pada Rabu (22/7/2026).

Pelantikan pengurus tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga dirangkaikan dengan orientasi serta penyusunan program pembinaan generasi muda pelestari hutan.

Program ini diharapkan menjadi percontohan dalam pengembangan Saka Wanabakti di wilayah Indonesia timur.

Luckmi menjelaskan bahwa transformasi Saka Wanabakti bertujuan untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan melalui kegiatan kepramukaan.

“Pembinaan Saka Wanabakti ini ditransformasi yang lebih kuat lagi. Artinya, pangkalan-pangkalan dan peran Saka Wanabakti harus lebih aktif menggerakkan anak-anak muda menjadi generasi pelestari hutan melalui kegiatan Satuan Karya Pramuka Saka Wanabakti,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kronologi Adik Tikam Kakak hingga Tewas di Makassar, Sempat Terjadi Cekcok

Saka Wanabakti memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.

Hal ini menjadi krusial di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya ancaman kerusakan hutan.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pembinaan generasi pelestari hutan.

Ketua Majelis Pembimbing Saka Wanabakti Cabang Kota Makassar yang juga Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, Hasnawir, menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan peran Saka Wanabakti.

Dukungan ini diharapkan dapat mendukung program-program Kementerian Kehutanan di Sulawesi Selatan.

Hasnawir berharap para anggota Saka Wanabakti tidak hanya berkontribusi pada upaya konservasi sumber daya alam.

Namun, juga terlibat dalam berbagai program kehutanan, seperti pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), rehabilitasi lahan, hingga kegiatan pelestarian lingkungan lainnya.

Melalui sinergi antara Gerakan Pramuka dan Kementerian Kehutanan sebagai instansi pembina Saka Wanabakti, diharapkan akan lahir lebih banyak generasi muda yang mencintai hutan.

BACA JUGA:  Appi Pangkas Anggaran Rp60 Miliar di 2026, Perjalanan Dinas dan Randis Jadi Sasaran

Mereka juga diharapkan memiliki kompetensi dan jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan, termasuk menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar, Hj Fatmawati Rusdi, turut menyaksikan penandatanganan komitmen sebagai Pengurus Saka Wanabakti periode 2025-2030 di Makassar pada Rabu (22/7/2026).

SulawesiPos.com – Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diproyeksikan menjadi model transformasi Saka Wanabakti di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Proyeksi ini bertujuan untuk meningkatkan orientasi dan penyusunan program pembinaan generasi muda pelestari hutan di lapangan, sebagai bagian dari upaya kolaboratif antara Kementerian Kehutanan dan Gerakan Pramuka.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Kementerian Kehutanan, Luckmi Purwandari, menyatakan bahwa langkah awal transformasi ini ditandai dengan pelantikan Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) dan Pimpinan Saka (Pinsaka) Wanabakti Kota Makassar pada Rabu (22/7/2026).

Pelantikan pengurus tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga dirangkaikan dengan orientasi serta penyusunan program pembinaan generasi muda pelestari hutan.

Program ini diharapkan menjadi percontohan dalam pengembangan Saka Wanabakti di wilayah Indonesia timur.

Luckmi menjelaskan bahwa transformasi Saka Wanabakti bertujuan untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan melalui kegiatan kepramukaan.

“Pembinaan Saka Wanabakti ini ditransformasi yang lebih kuat lagi. Artinya, pangkalan-pangkalan dan peran Saka Wanabakti harus lebih aktif menggerakkan anak-anak muda menjadi generasi pelestari hutan melalui kegiatan Satuan Karya Pramuka Saka Wanabakti,” ujarnya.

BACA JUGA:  Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Akses Jalan dan Rusak Permukiman di Makassar–Maros

Saka Wanabakti memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.

Hal ini menjadi krusial di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya ancaman kerusakan hutan.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pembinaan generasi pelestari hutan.

Ketua Majelis Pembimbing Saka Wanabakti Cabang Kota Makassar yang juga Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, Hasnawir, menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan peran Saka Wanabakti.

Dukungan ini diharapkan dapat mendukung program-program Kementerian Kehutanan di Sulawesi Selatan.

Hasnawir berharap para anggota Saka Wanabakti tidak hanya berkontribusi pada upaya konservasi sumber daya alam.

Namun, juga terlibat dalam berbagai program kehutanan, seperti pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), rehabilitasi lahan, hingga kegiatan pelestarian lingkungan lainnya.

Melalui sinergi antara Gerakan Pramuka dan Kementerian Kehutanan sebagai instansi pembina Saka Wanabakti, diharapkan akan lahir lebih banyak generasi muda yang mencintai hutan.

BACA JUGA:  Kronologi Adik Tikam Kakak hingga Tewas di Makassar, Sempat Terjadi Cekcok

Mereka juga diharapkan memiliki kompetensi dan jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan, termasuk menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar, Hj Fatmawati Rusdi, turut menyaksikan penandatanganan komitmen sebagai Pengurus Saka Wanabakti periode 2025-2030 di Makassar pada Rabu (22/7/2026).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru