Isu Cadangan Air PDAM Makassar Tinggal 30 Hari Bikin Heboh, Ini Penjelasan Kondisi Sebenarnya

SulawesiPos.com – Isu cadangan air PDAM Makassar diperkirakan hanya bertahan 30 hari memicu perhatian publik di tengah kekeringan yang melanda enam kecamatan di Kota Makassar pada Juli 2026.

Namun kondisi itu disebut sebagai peringatan apabila cuaca kering terus berlanjut, sementara wilayah yang masih mendapat pasokan dari jaringan PDAM disebut berada dalam kondisi relatif aman.

Peringatan tersebut sebelumnya disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muhammad Fadli Tahar saat menjelaskan dampak kekeringan yang sudah menyentuh 50.342 warga dari 14.564 kepala keluarga.

Fadli mengatakan cadangan air PDAM diperkirakan akan terus menurun jika cuaca kering tidak berubah dalam waktu dekat.

“Apabila kondisi cuaca kering seperti saat ini terus berlanjut, maka cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan,” kata Fadli.

Meski begitu, dia menegaskan warga yang masih memperoleh pasokan dari jaringan PDAM belum menjadi prioritas utama penyaluran bantuan air bersih.

“Sementara itu, wilayah yang memperoleh pasokan air dari jaringan PDAM masih berada dalam kondisi relatif aman dan belum menjadi prioritas utama penyaluran bantuan air bersih,” ujar Fadli.

BACA JUGA:  Sadis! Pria di Makassar Curi Emas Rp75 Juta Milik Orang Tuanya, Ternyata Residivis

PDAM Siapkan Sumber Air Alternatif

Di sisi lain, PDAM Makassar juga mempercepat langkah antisipasi untuk menjaga pasokan air di tengah ancaman kemarau panjang.

Salah satu langkah yang ditempuh ialah mempercepat pemanfaatan Sungai Moncongloe sebagai sumber air baku alternatif untuk menopang pasokan dari Bendungan Lekopancing.

Direktur Teknik PDAM Makassar, Wahidin Sudirman, mengatakan pemasangan pompa di Moncongloe dipercepat agar sumber baru itu bisa segera dimanfaatkan.

“Sekarang kami dorong percepatan pemasangan pompa di Moncongloe agar bisa segera dimanfaatkan. Ini langkah paling realistis dalam waktu dekat,” kata Wahidin.

Dari sumber itu, PDAM Makassar disebut berpotensi menambah suplai air baku sekitar 600 hingga 900 liter per detik.

Selain itu, PDAM juga mengoptimalkan distribusi air bersih lewat mobil tangki ke wilayah terdampak.

Saat ini, 14 armada tangki disiagakan setiap hari dengan kapasitas distribusi sekitar 20 sampai 30 ritase per hari.

“Distribusi ini gratis untuk masyarakat. Bahkan saat kondisi ekstrem seperti El Nino sebelumnya, distribusi bisa mencapai lebih dari 100 rit per hari,” ujar Wahidin.

BACA JUGA:  Sambut Suwardi Thahir, Menag Nasaruddin Umar Beri Ucapan Selamat Khusus bagi Ketua PWI Sulsel

BPBD mencatat kekeringan di Makassar saat ini paling berdampak pada warga yang selama ini bergantung pada air tanah atau sumur, terutama di Biringkanaya, Tallo, Tamalanrea, Manggala, Ujung Tanah, dan Panakkukang.

Karena itu, isu cadangan air 30 hari lebih tepat dibaca sebagai alarm kewaspadaan jika musim kering berkepanjangan, bukan sebagai tanda bahwa seluruh layanan PDAM Makassar akan langsung terhenti.

SulawesiPos.com – Isu cadangan air PDAM Makassar diperkirakan hanya bertahan 30 hari memicu perhatian publik di tengah kekeringan yang melanda enam kecamatan di Kota Makassar pada Juli 2026.

Namun kondisi itu disebut sebagai peringatan apabila cuaca kering terus berlanjut, sementara wilayah yang masih mendapat pasokan dari jaringan PDAM disebut berada dalam kondisi relatif aman.

Peringatan tersebut sebelumnya disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muhammad Fadli Tahar saat menjelaskan dampak kekeringan yang sudah menyentuh 50.342 warga dari 14.564 kepala keluarga.

Fadli mengatakan cadangan air PDAM diperkirakan akan terus menurun jika cuaca kering tidak berubah dalam waktu dekat.

“Apabila kondisi cuaca kering seperti saat ini terus berlanjut, maka cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan,” kata Fadli.

Meski begitu, dia menegaskan warga yang masih memperoleh pasokan dari jaringan PDAM belum menjadi prioritas utama penyaluran bantuan air bersih.

“Sementara itu, wilayah yang memperoleh pasokan air dari jaringan PDAM masih berada dalam kondisi relatif aman dan belum menjadi prioritas utama penyaluran bantuan air bersih,” ujar Fadli.

BACA JUGA:  Keluar Rumah Beli Nasi Kuning, Remaja di Makassar Diserang Busur Panah OTK

PDAM Siapkan Sumber Air Alternatif

Di sisi lain, PDAM Makassar juga mempercepat langkah antisipasi untuk menjaga pasokan air di tengah ancaman kemarau panjang.

Salah satu langkah yang ditempuh ialah mempercepat pemanfaatan Sungai Moncongloe sebagai sumber air baku alternatif untuk menopang pasokan dari Bendungan Lekopancing.

Direktur Teknik PDAM Makassar, Wahidin Sudirman, mengatakan pemasangan pompa di Moncongloe dipercepat agar sumber baru itu bisa segera dimanfaatkan.

“Sekarang kami dorong percepatan pemasangan pompa di Moncongloe agar bisa segera dimanfaatkan. Ini langkah paling realistis dalam waktu dekat,” kata Wahidin.

Dari sumber itu, PDAM Makassar disebut berpotensi menambah suplai air baku sekitar 600 hingga 900 liter per detik.

Selain itu, PDAM juga mengoptimalkan distribusi air bersih lewat mobil tangki ke wilayah terdampak.

Saat ini, 14 armada tangki disiagakan setiap hari dengan kapasitas distribusi sekitar 20 sampai 30 ritase per hari.

“Distribusi ini gratis untuk masyarakat. Bahkan saat kondisi ekstrem seperti El Nino sebelumnya, distribusi bisa mencapai lebih dari 100 rit per hari,” ujar Wahidin.

BACA JUGA:  Sambut Suwardi Thahir, Menag Nasaruddin Umar Beri Ucapan Selamat Khusus bagi Ketua PWI Sulsel

BPBD mencatat kekeringan di Makassar saat ini paling berdampak pada warga yang selama ini bergantung pada air tanah atau sumur, terutama di Biringkanaya, Tallo, Tamalanrea, Manggala, Ujung Tanah, dan Panakkukang.

Karena itu, isu cadangan air 30 hari lebih tepat dibaca sebagai alarm kewaspadaan jika musim kering berkepanjangan, bukan sebagai tanda bahwa seluruh layanan PDAM Makassar akan langsung terhenti.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru