Inggris Singkirkan Norwegia 2-1, Dua Gol Jude Bellingham Antar The Three Lions ke Semifinal Piala Dunia 2026

SulawesiPos.com – Tim nasional Inggris memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu pada pertandingan perempat final yang berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat, Sabtu, 11 Juli 2026 waktu setempat, berkat dua gol Jude Bellingham yang membalikkan keadaan sekaligus menjaga harapan Inggris mengakhiri penantian gelar juara dunia selama 60 tahun.

Kemenangan tersebut membawa Inggris untuk keempat kalinya mencapai semifinal Piala Dunia sekaligus mempertahankan peluang mengulang kejayaan ketika menjuarai edisi 1966, sementara Norwegia harus mengakhiri perjalanan bersejarahnya setelah untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menembus babak delapan besar turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Norwegia memulai pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya menyingkirkan Brasil, sedangkan Inggris tampil dengan sejumlah perubahan komposisi pemain yang dilakukan pelatih Thomas Tuchel demi memperkuat keseimbangan lini pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan.

Sejak awal laga, Inggris lebih banyak menguasai bola, tetapi memilih membangun serangan secara sabar tanpa mengambil risiko berlebihan karena menghadapi pertahanan rapat Norwegia yang sesekali mengandalkan kecepatan Erling Haaland dan Martin Ødegaard dalam melakukan serangan balik.

Suhu udara Miami yang tinggi disertai kelembapan ekstrem membuat tempo pertandingan beberapa kali menurun sehingga kedua tim harus mengatur ritme permainan demi menjaga kondisi fisik hingga akhir laga.

Kesempatan pertama Inggris lahir melalui sundulan Jude Bellingham setelah menerima umpan Elliott Anderson, namun peluang itu belum mampu mengubah kedudukan.

BACA JUGA:  Norwegia Singkirkan Brasil 2-1, Erling Haaland Borong Dua Gol dan Antar ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Kesalahan umpan ke belakang John Stones kemudian menjadi titik balik pertandingan ketika Norwegia berhasil memanfaatkan momentum untuk meningkatkan tekanan.

Pada menit ke-36, Andreas Schjelderup membawa Norwegia unggul setelah melepaskan tembakan dari sisi kiri yang berubah arah usai membentur tiang gawang sebelum bersarang ke dalam gawang Jordan Pickford.

Gol tersebut sempat memicu protes pemain Inggris yang menilai terjadi pelanggaran terhadap Harry Kane pada proses serangan, namun wasit Clément Turpin tetap mengesahkan gol setelah tidak menemukan pelanggaran.

Norwegia hampir menggandakan keunggulan ketika Alexander Sørloth memperoleh peluang emas dalam situasi serangan balik, tetapi gagal menyelesaikannya sehingga kesempatan berharga itu terbuang sia-sia.

Kesalahan tersebut segera dibayar mahal karena menjelang berakhirnya babak pertama Bellingham menerima umpan Anthony Gordon, melewati Torbjørn Heggem dengan satu sentuhan, lalu melepaskan tembakan akurat yang menaklukkan Ørjan Nyland untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Harry Kane sebenarnya sempat mencetak gol beberapa saat kemudian melalui penyelesaian chip memanfaatkan umpan Bellingham, namun dianulir karena berada dalam posisi offside.

VAR Gagalkan Gol Kedua Norwegia, Bellingham Jadi Penentu

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel memasukkan Bukayo Saka dan Eberechi Eze guna meningkatkan kreativitas lini tengah sekaligus mempercepat transisi serangan Inggris.

Norwegia merespons dengan meningkatkan intensitas serangan melalui umpan-umpan silang yang beberapa kali memaksa Jordan Pickford melakukan penyelamatan penting.

Torbjørn Heggem sempat mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah hasil sepak pojok, tetapi Clément Turpin membatalkan gol tersebut usai meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) karena Erling Haaland lebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Elliott Anderson.

BACA JUGA:  Spanyol Ditahan Cape Verde 0-0, Vozinha Jadi Tembok Kokoh di Piala Dunia 2026

Keputusan tersebut menjadi salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan karena menghalangi Norwegia kembali memimpin.

Pergantian pemain yang dilakukan Ståle Solbakken, termasuk memasukkan Oscar Bobb dan Antonio Nusa, mampu menjaga tekanan Norwegia, sementara Kristoffer Ajer bahkan sempat mengguncang mistar gawang Inggris melalui sundulan keras.

Di sisi lain, Bukayo Saka dan Harry Kane juga beberapa kali mengancam gawang Nyland sehingga pertandingan berlangsung terbuka hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1.

Babak tambahan waktu akhirnya menjadi panggung bagi Jude Bellingham yang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain penentu.

Pada menit ke-93, Morgan Rogers melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang hanya mampu ditepis Nyland sehingga bola liar langsung disambar Bellingham menjadi gol keduanya dalam pertandingan.

Inggris hampir memperoleh hadiah penalti setelah Oscar Bobb dianggap melanggar Jed Spence, tetapi keputusan tersebut dibatalkan setelah wasit melakukan peninjauan melalui VAR.

Menjelang akhir pertandingan, Solbakken menarik keluar Erling Haaland dalam upaya menyegarkan tim, sedangkan Tuchel memasukkan Dan Burn untuk memperkuat pertahanan menghadapi tekanan terakhir Norwegia.

Hingga peluit panjang berbunyi, Norwegia gagal menemukan gol penyama kedudukan sehingga Inggris memastikan kemenangan dramatis 2-1.

Inggris Tantang Pemenang Argentina versus Swiss

Kemenangan ini mengantarkan Inggris menghadapi pemenang laga Argentina melawan Swiss pada semifinal yang dijadwalkan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Prediksi Skor Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Jerman vs Paraguay, Die Mannschaft Bidik Tiket 16 Besar

Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengaku bersyukur timnya lolos ke semifinal, namun menilai performa anak asuhnya belum memenuhi standar yang diharapkan.

“Hasilnya luar biasa karena kami berada di empat besar, tetapi saya tidak puas dengan permainan kami. Kami membuat pertandingan menjadi jauh lebih sulit daripada yang seharusnya,” kata Tuchel.

Ia menilai para pemain terlalu sering melakukan kesalahan teknis, kurang cepat dalam membangun serangan, serta beruntung mampu keluar sebagai pemenang pada pertandingan tersebut.

Di kubu Norwegia, kapten Martin Ødegaard menyebut kekalahan itu terasa menyakitkan, tetapi tetap menjadi pencapaian yang membanggakan bagi negaranya.

“Ini memang pahit, tetapi perjalanan kami adalah sebuah petualangan. Kami harus bangga karena setelah sekian lama kembali ke panggung ini dan mampu membuat seluruh dunia berbicara tentang Norwegia,” ujar Ødegaard.

Selain memastikan tiket semifinal, pertandingan ini juga mengakhiri rangkaian 16 laga internasional beruntun Erling Haaland yang selalu diwarnai gol, setelah penyerang Manchester City tersebut untuk pertama kalinya gagal mencetak gol bagi Norwegia dalam periode tersebut.

Keberhasilan Inggris kembali mencapai semifinal memperkuat reputasi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa di bawah asuhan Thomas Tuchel, sementara Norwegia meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan pencapaian terbaik sepanjang sejarah partisipasinya serta fondasi menjanjikan untuk generasi emas yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Ødegaard. (Ali)

SulawesiPos.com – Tim nasional Inggris memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu pada pertandingan perempat final yang berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat, Sabtu, 11 Juli 2026 waktu setempat, berkat dua gol Jude Bellingham yang membalikkan keadaan sekaligus menjaga harapan Inggris mengakhiri penantian gelar juara dunia selama 60 tahun.

Kemenangan tersebut membawa Inggris untuk keempat kalinya mencapai semifinal Piala Dunia sekaligus mempertahankan peluang mengulang kejayaan ketika menjuarai edisi 1966, sementara Norwegia harus mengakhiri perjalanan bersejarahnya setelah untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menembus babak delapan besar turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Norwegia memulai pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya menyingkirkan Brasil, sedangkan Inggris tampil dengan sejumlah perubahan komposisi pemain yang dilakukan pelatih Thomas Tuchel demi memperkuat keseimbangan lini pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan.

Sejak awal laga, Inggris lebih banyak menguasai bola, tetapi memilih membangun serangan secara sabar tanpa mengambil risiko berlebihan karena menghadapi pertahanan rapat Norwegia yang sesekali mengandalkan kecepatan Erling Haaland dan Martin Ødegaard dalam melakukan serangan balik.

Suhu udara Miami yang tinggi disertai kelembapan ekstrem membuat tempo pertandingan beberapa kali menurun sehingga kedua tim harus mengatur ritme permainan demi menjaga kondisi fisik hingga akhir laga.

Kesempatan pertama Inggris lahir melalui sundulan Jude Bellingham setelah menerima umpan Elliott Anderson, namun peluang itu belum mampu mengubah kedudukan.

BACA JUGA:  Norwegia Singkirkan Brasil 2-1, Erling Haaland Borong Dua Gol dan Antar ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Kesalahan umpan ke belakang John Stones kemudian menjadi titik balik pertandingan ketika Norwegia berhasil memanfaatkan momentum untuk meningkatkan tekanan.

Pada menit ke-36, Andreas Schjelderup membawa Norwegia unggul setelah melepaskan tembakan dari sisi kiri yang berubah arah usai membentur tiang gawang sebelum bersarang ke dalam gawang Jordan Pickford.

Gol tersebut sempat memicu protes pemain Inggris yang menilai terjadi pelanggaran terhadap Harry Kane pada proses serangan, namun wasit Clément Turpin tetap mengesahkan gol setelah tidak menemukan pelanggaran.

Norwegia hampir menggandakan keunggulan ketika Alexander Sørloth memperoleh peluang emas dalam situasi serangan balik, tetapi gagal menyelesaikannya sehingga kesempatan berharga itu terbuang sia-sia.

Kesalahan tersebut segera dibayar mahal karena menjelang berakhirnya babak pertama Bellingham menerima umpan Anthony Gordon, melewati Torbjørn Heggem dengan satu sentuhan, lalu melepaskan tembakan akurat yang menaklukkan Ørjan Nyland untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Harry Kane sebenarnya sempat mencetak gol beberapa saat kemudian melalui penyelesaian chip memanfaatkan umpan Bellingham, namun dianulir karena berada dalam posisi offside.

VAR Gagalkan Gol Kedua Norwegia, Bellingham Jadi Penentu

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel memasukkan Bukayo Saka dan Eberechi Eze guna meningkatkan kreativitas lini tengah sekaligus mempercepat transisi serangan Inggris.

Norwegia merespons dengan meningkatkan intensitas serangan melalui umpan-umpan silang yang beberapa kali memaksa Jordan Pickford melakukan penyelamatan penting.

Torbjørn Heggem sempat mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah hasil sepak pojok, tetapi Clément Turpin membatalkan gol tersebut usai meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) karena Erling Haaland lebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Elliott Anderson.

BACA JUGA:  Pelatih Meksiko Sebut Duel Lawan Inggris di Azteca Akan Jadi Laga Bersejarah

Keputusan tersebut menjadi salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan karena menghalangi Norwegia kembali memimpin.

Pergantian pemain yang dilakukan Ståle Solbakken, termasuk memasukkan Oscar Bobb dan Antonio Nusa, mampu menjaga tekanan Norwegia, sementara Kristoffer Ajer bahkan sempat mengguncang mistar gawang Inggris melalui sundulan keras.

Di sisi lain, Bukayo Saka dan Harry Kane juga beberapa kali mengancam gawang Nyland sehingga pertandingan berlangsung terbuka hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1.

Babak tambahan waktu akhirnya menjadi panggung bagi Jude Bellingham yang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain penentu.

Pada menit ke-93, Morgan Rogers melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang hanya mampu ditepis Nyland sehingga bola liar langsung disambar Bellingham menjadi gol keduanya dalam pertandingan.

Inggris hampir memperoleh hadiah penalti setelah Oscar Bobb dianggap melanggar Jed Spence, tetapi keputusan tersebut dibatalkan setelah wasit melakukan peninjauan melalui VAR.

Menjelang akhir pertandingan, Solbakken menarik keluar Erling Haaland dalam upaya menyegarkan tim, sedangkan Tuchel memasukkan Dan Burn untuk memperkuat pertahanan menghadapi tekanan terakhir Norwegia.

Hingga peluit panjang berbunyi, Norwegia gagal menemukan gol penyama kedudukan sehingga Inggris memastikan kemenangan dramatis 2-1.

Inggris Tantang Pemenang Argentina versus Swiss

Kemenangan ini mengantarkan Inggris menghadapi pemenang laga Argentina melawan Swiss pada semifinal yang dijadwalkan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Amerika Serikat Menang 2-0 atas Bosnia Meski Main 10 Orang, Tiket 16 Besar Tetap Aman

Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengaku bersyukur timnya lolos ke semifinal, namun menilai performa anak asuhnya belum memenuhi standar yang diharapkan.

“Hasilnya luar biasa karena kami berada di empat besar, tetapi saya tidak puas dengan permainan kami. Kami membuat pertandingan menjadi jauh lebih sulit daripada yang seharusnya,” kata Tuchel.

Ia menilai para pemain terlalu sering melakukan kesalahan teknis, kurang cepat dalam membangun serangan, serta beruntung mampu keluar sebagai pemenang pada pertandingan tersebut.

Di kubu Norwegia, kapten Martin Ødegaard menyebut kekalahan itu terasa menyakitkan, tetapi tetap menjadi pencapaian yang membanggakan bagi negaranya.

“Ini memang pahit, tetapi perjalanan kami adalah sebuah petualangan. Kami harus bangga karena setelah sekian lama kembali ke panggung ini dan mampu membuat seluruh dunia berbicara tentang Norwegia,” ujar Ødegaard.

Selain memastikan tiket semifinal, pertandingan ini juga mengakhiri rangkaian 16 laga internasional beruntun Erling Haaland yang selalu diwarnai gol, setelah penyerang Manchester City tersebut untuk pertama kalinya gagal mencetak gol bagi Norwegia dalam periode tersebut.

Keberhasilan Inggris kembali mencapai semifinal memperkuat reputasi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa di bawah asuhan Thomas Tuchel, sementara Norwegia meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan pencapaian terbaik sepanjang sejarah partisipasinya serta fondasi menjanjikan untuk generasi emas yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Ødegaard. (Ali)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru