Gantikan Almarhum Ayah, Pelajar SMP Asal Mamasa Jadi Jamaah Termuda Kloter 19

SulawesiPos.com – Suasana haru mewarnai penerimaan Jamaah Calon Haji (JCH) Kelompok Terbang (Kloter) 19 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Senin (4/5/2026).

Di tengah ratusan jamaah, sosok Muhammad Rafly Mahfud mencuri perhatian lantaran menjadi jamaah termuda di kloternya.

Siswa kelas 3 SMP asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) ini baru menginjak usia 16 tahun.

Keberangkatannya ke Tanah Suci tahun ini merupakan misi mulia untuk menggantikan posisi sang ayah yang telah berpulang.

“Saya gantikan ayah saya yang sudah meninggal dunia. Ayah saya sudah daftar haji sejak 12 tahun silam,” ungkap Rafly saat ditemui awak media di Asrama Haji Sudiang.

Meski berangkat tanpa didampingi anggota keluarga inti, Rafly mengaku tetap tegar.

Ia tergabung dalam rombongan JCH asal Mamasa dan Polewali Mandar yang berjumlah 389 orang.

Selama di perjalanan dan proses ibadah nanti, ia mengandalkan pendampingan dari sesama jamaah asal daerahnya.

Pelajar ini menyatakan kesiapannya untuk menunaikan seluruh rangkaian rukun Islam kelima tersebut.

BACA JUGA: 
KPK Berkomitmen Akan Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji

Secara khusus, ia telah menyiapkan doa terbaik untuk almarhum ayahnya serta ibu dan keluarga yang menunggu di kampung halaman.

“Saya sudah siap. Nanti mau mendoakan almarhum ayah, ibu, dan keluarga di Mamasa,” tuturnya.

Rombongan Kloter 19 sendiri menempuh perjalanan darat menggunakan bus dari Sulawesi Barat sejak Minggu (3/5/2026) kemarin, sebelum akhirnya diterima secara resmi di Makassar untuk persiapan pemberangkatan melalui Bandara Sultan Hasanuddin.

Fenomena jamaah remaja ini tidak hanya dialami Rafly. Di Kloter 20, terdapat nama Muhammad Danish Zamzani (16), siswa SMA Negeri 2 Pasangkayu, yang juga berangkat menggantikan mendiang ayahnya.

Kehadiran para jamaah remaja ini dimungkinkan setelah adanya revisi aturan batas usia minimal haji dari 18 tahun menjadi 12-13 tahun, yang mulai berlaku efektif tahun ini.

Saat ini, Danish bersama rombongan Kloter 20 lainnya dilaporkan masih dalam perjalanan menuju Makassar. (mn abdurrahman)

SulawesiPos.com – Suasana haru mewarnai penerimaan Jamaah Calon Haji (JCH) Kelompok Terbang (Kloter) 19 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Senin (4/5/2026).

Di tengah ratusan jamaah, sosok Muhammad Rafly Mahfud mencuri perhatian lantaran menjadi jamaah termuda di kloternya.

Siswa kelas 3 SMP asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) ini baru menginjak usia 16 tahun.

Keberangkatannya ke Tanah Suci tahun ini merupakan misi mulia untuk menggantikan posisi sang ayah yang telah berpulang.

“Saya gantikan ayah saya yang sudah meninggal dunia. Ayah saya sudah daftar haji sejak 12 tahun silam,” ungkap Rafly saat ditemui awak media di Asrama Haji Sudiang.

Meski berangkat tanpa didampingi anggota keluarga inti, Rafly mengaku tetap tegar.

Ia tergabung dalam rombongan JCH asal Mamasa dan Polewali Mandar yang berjumlah 389 orang.

Selama di perjalanan dan proses ibadah nanti, ia mengandalkan pendampingan dari sesama jamaah asal daerahnya.

Pelajar ini menyatakan kesiapannya untuk menunaikan seluruh rangkaian rukun Islam kelima tersebut.

BACA JUGA: 
UU Haji Baru Dinilai Sisakan Kekosongan Hukum, Perizinan PIHK–PPIU Terblokir

Secara khusus, ia telah menyiapkan doa terbaik untuk almarhum ayahnya serta ibu dan keluarga yang menunggu di kampung halaman.

“Saya sudah siap. Nanti mau mendoakan almarhum ayah, ibu, dan keluarga di Mamasa,” tuturnya.

Rombongan Kloter 19 sendiri menempuh perjalanan darat menggunakan bus dari Sulawesi Barat sejak Minggu (3/5/2026) kemarin, sebelum akhirnya diterima secara resmi di Makassar untuk persiapan pemberangkatan melalui Bandara Sultan Hasanuddin.

Fenomena jamaah remaja ini tidak hanya dialami Rafly. Di Kloter 20, terdapat nama Muhammad Danish Zamzani (16), siswa SMA Negeri 2 Pasangkayu, yang juga berangkat menggantikan mendiang ayahnya.

Kehadiran para jamaah remaja ini dimungkinkan setelah adanya revisi aturan batas usia minimal haji dari 18 tahun menjadi 12-13 tahun, yang mulai berlaku efektif tahun ini.

Saat ini, Danish bersama rombongan Kloter 20 lainnya dilaporkan masih dalam perjalanan menuju Makassar. (mn abdurrahman)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru