Dari Ruang Perawatan, Andrie Yunus Kirim Pesan: Panjang Umur Perjuangan

SulawesiPos.com — Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menyampaikan pesan kepada publik usai menjadi korban serangan air keras.

Pesan tersebut dibagikan melalui akun resmi KontraS dan direkam pada Rabu (1/4/2026).

Dalam rekaman itu, Andrie menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang mengalir serta menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan perjuangan.

”Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut. Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar… a luta continua! panjang umur perjuangan!” tulis KontraS.

Masih Dirawat Intensif di RSCM

KontraS menyampaikan bahwa saat ini Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang HCU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Selama masa perawatan, tidak ada pihak yang diperkenankan untuk menjenguk, termasuk keluarga maupun kuasa hukum, demi menjaga kondisi kesehatan dan privasi pasien.

“Pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta perlindungan terhadap privasi dan ketenangan selama masa perawatan,” ujar KontraS.

BACA JUGA: 
Komisi III DPR Bentuk Panja Khusus Kawal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Proses Hukum Beralih ke Puspom TNI

Sementara itu, penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie telah diserahkan oleh Polda Metro Jaya kepada Puspom TNI.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyatakan bahwa hingga proses penyerahan, pihaknya tidak menemukan keterlibatan pelaku sipil.

”Sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom sudah kami lakukan, dan sampai dengan proses penyerahan kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil,” ujarnya.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa sejak awal penyelidikan dilakukan secara transparan dan mengedepankan pendekatan hak asasi manusia.

“Setiap penegakan hukum yang kami lakukan tentunya selalu berbasis fakta hukum yang diperoleh dari proses penyidikan,” kata Iman.

Pihak kepolisian juga memastikan perlindungan terhadap Andrie dengan berkoordinasi bersama LPSK.

Iman mengajak masyarakat untuk terus mendoakan kesembuhan Andrie agar dapat kembali beraktivitas seperti semula.

Sejauh ini, terdapat empat terduga pelaku yang telah diumumkan oleh Mabes TNI, dan proses hukum masih terus berjalan.

BACA JUGA: 
DPR Minta TNI Jelaskan Maksud Penetapan Status Siaga 1 di Tengah Ketegangan Timur Tengah

 

SulawesiPos.com — Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menyampaikan pesan kepada publik usai menjadi korban serangan air keras.

Pesan tersebut dibagikan melalui akun resmi KontraS dan direkam pada Rabu (1/4/2026).

Dalam rekaman itu, Andrie menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang mengalir serta menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan perjuangan.

”Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut. Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar… a luta continua! panjang umur perjuangan!” tulis KontraS.

Masih Dirawat Intensif di RSCM

KontraS menyampaikan bahwa saat ini Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang HCU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Selama masa perawatan, tidak ada pihak yang diperkenankan untuk menjenguk, termasuk keluarga maupun kuasa hukum, demi menjaga kondisi kesehatan dan privasi pasien.

“Pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta perlindungan terhadap privasi dan ketenangan selama masa perawatan,” ujar KontraS.

BACA JUGA: 
PBB Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Proses Hukum Beralih ke Puspom TNI

Sementara itu, penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie telah diserahkan oleh Polda Metro Jaya kepada Puspom TNI.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyatakan bahwa hingga proses penyerahan, pihaknya tidak menemukan keterlibatan pelaku sipil.

”Sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom sudah kami lakukan, dan sampai dengan proses penyerahan kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil,” ujarnya.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa sejak awal penyelidikan dilakukan secara transparan dan mengedepankan pendekatan hak asasi manusia.

“Setiap penegakan hukum yang kami lakukan tentunya selalu berbasis fakta hukum yang diperoleh dari proses penyidikan,” kata Iman.

Pihak kepolisian juga memastikan perlindungan terhadap Andrie dengan berkoordinasi bersama LPSK.

Iman mengajak masyarakat untuk terus mendoakan kesembuhan Andrie agar dapat kembali beraktivitas seperti semula.

Sejauh ini, terdapat empat terduga pelaku yang telah diumumkan oleh Mabes TNI, dan proses hukum masih terus berjalan.

BACA JUGA: 
Menhan Sjafrie Minta Masyarakat Tak Khawatir soal Status Siaga 1 TNI

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru