Novel Baswedan: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Upaya Pembunuhan

SulawesiPos.com – Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menduga aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, merupakan upaya pembunuhan.

Menurut Novel, dugaan tersebut muncul karena pelaku menyiramkan air keras yang langsung menyasar bagian wajah korban.

“Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka. Kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal. Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen,” kata Novel kepada wartawan, dikutip Minggu (15/3/2026).

Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan perempatan Jalan Salemba–Jalan Talang, Jakarta Pusat.

Novel yang juga pernah menjadi korban penyiraman air keras mengecam keras tindakan tersebut. Ia menilai serangan itu merupakan kejahatan serius yang menyasar orang yang memiliki integritas.

“Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab, yang diserang adalah orang baik,” tegasnya.

Baca Juga: 
Stafsus Wapres: Pemerintah Akan Usut Tuntas Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus

Novel juga menduga aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak dilakukan secara spontan, melainkan telah direncanakan dengan baik.

Ia menilai pelaku kemungkinan tidak hanya terdiri dari dua orang yang terlihat di lokasi kejadian, melainkan bagian dari jaringan yang lebih terorganisir.

“Pelakunya enggak satu motor yang berdua gitu, enggak. Terorganisir. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang itu begitu terorganisir. Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang,” beber Novel.

Polisi Diminta Usut Aktor Intelektual

Lebih lanjut, Novel meminta aparat kepolisian mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.

Menurutnya, penyelidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan saja, tetapi juga harus menjangkau aktor intelektual yang diduga berada di balik serangan tersebut.

“Semua orang yang terlibat harus diusut. Aktor intelektualnya harus disentuh, harus dijangkau dan diberikan pertanggung jawaban yang berat,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menduga aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, merupakan upaya pembunuhan.

Menurut Novel, dugaan tersebut muncul karena pelaku menyiramkan air keras yang langsung menyasar bagian wajah korban.

“Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka. Kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal. Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen,” kata Novel kepada wartawan, dikutip Minggu (15/3/2026).

Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan perempatan Jalan Salemba–Jalan Talang, Jakarta Pusat.

Novel yang juga pernah menjadi korban penyiraman air keras mengecam keras tindakan tersebut. Ia menilai serangan itu merupakan kejahatan serius yang menyasar orang yang memiliki integritas.

“Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab, yang diserang adalah orang baik,” tegasnya.

Baca Juga: 
PBB Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Novel juga menduga aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak dilakukan secara spontan, melainkan telah direncanakan dengan baik.

Ia menilai pelaku kemungkinan tidak hanya terdiri dari dua orang yang terlihat di lokasi kejadian, melainkan bagian dari jaringan yang lebih terorganisir.

“Pelakunya enggak satu motor yang berdua gitu, enggak. Terorganisir. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang itu begitu terorganisir. Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang,” beber Novel.

Polisi Diminta Usut Aktor Intelektual

Lebih lanjut, Novel meminta aparat kepolisian mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.

Menurutnya, penyelidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan saja, tetapi juga harus menjangkau aktor intelektual yang diduga berada di balik serangan tersebut.

“Semua orang yang terlibat harus diusut. Aktor intelektualnya harus disentuh, harus dijangkau dan diberikan pertanggung jawaban yang berat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru