SulawesiPos.com – Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi sorotan publik.
Peristiwa tersebut memicu berbagai reaksi karena terjadi setelah korban melakukan podcast yang membahas isu politik nasional.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian bergerak cepat untuk mengungkap kasus tersebut dan segera menangkap pelakunya.
“Polisi harus cepat cari pelakunya, jangan sampai terjadi adu domba antara aktivis dan rakyat melawan pemerintah,” kata Sahroni, Sabtu (14/3/2026).
Sahroni menilai aksi teror tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan konflik antara masyarakat sipil dan pemerintah.
Politikus dari Partai NasDem itu juga menyatakan keyakinannya bahwa aksi kekerasan tersebut bukan dilakukan oleh aparat negara.
“Saya yakin dalang di balik ini bukan aparat atau pemerintah karena ini sudah sangat ekstrem. Jadi saya rasa ini kerjaan pihak-pihak yang ingin mengadu domba dan merusak stabilitas keamanan di Indonesia,” ujarnya.
Kutuk serangan terhadap aktivis
Sahroni menegaskan seluruh pihak harus berada di sisi korban dan mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut.
Menurutnya, situasi politik saat ini memang tengah diwarnai berbagai kritik terhadap pemerintah sehingga masyarakat perlu bersikap bijak dalam menanggapi peristiwa tersebut.
“Karena memang sekarang kan serangan-serangan ke pemerintah lagi banyak. Sehingga masyarakat harus bijak. Dan yang terpenting, aparat keamanan harus cari pelaku secepatnya. Kita tetap dukung dan berada di sisi korban,” pungkas Sahroni.
Kronologi penyiraman air keras
Andrie menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Jalan Talang, Jakarta Pusat.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun KontraS, peristiwa terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie mengendarai sepeda motor dari arah Jalan Salemba I menuju Jalan Talang.
Di Jembatan Talang, dua pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor mendekati korban dengan melawan arah.
Kendaraan yang digunakan diduga motor matik jenis Honda Beat keluaran 2016–2021.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.
Akibat serangan tersebut, Andrie berteriak kesakitan dan menjatuhkan motornya di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, Andri masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat serangan ini.
Menurut tim dokter yang menangani, luka bakar yang dialami sekitar 24 persen akibat serangan air keras dari pelaku.
Serangan itu menyebabkan luka serius di sejumlah bagian tubuh korban, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.

