31 C
Makassar
1 March 2026, 14:15 PM WITA

2 Unggahan Misterius Akun X Ali Khamenei Usai Diumumkan Tewas, Pagi Ini Unggah Potongan Ayat Surah Al-Ahzab

SulawesiPos.com – Sebuah pesan singkat bernuansa simbolik muncul di akun resmi X milik Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Minggu (1/3/2026) pagi.

Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik internasional di tengah klaim kematian Khamenei yang sebelumnya disampaikan Amerika Serikat.

Akun X Khamenei mengunggah foto Ayatollah Ali Khamenei disertai keterangan potongan surah Al-Ahzab ayat 23 yang berbunyi:

بسم الله الرحمن الرحیم”

“مِنَ الْمُؤْمِنِینَ رِجالٌ صَدَقُوا ما عاهَدُوا اللّهَ عَلَیْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضى نَحْبَهُ وَ مِنْهُمْ مَنْ یَنْتَظِرُ وَ ما بَدَّلُوا تَبْدِیلاً

Jika diterjemahkan artinya:

“Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Di antara orang-orang beriman ada orang-orang yang telah menepati perjanjian mereka dengan Allah. Sebagian dari mereka telah memenuhi janji mereka, dan sebagian lagi masih menunggu, dan mereka tidak mengubah komitmen mereka sedikit pun,” tulis akun Khamenei @khamenei_fa.

Unggahan Misterius di Tengah Klaim Kematian

Sebelumnya, ada pula unggahan lain yang muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengklaim bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan militer AS dan Israel.

Sebelumnya, pada dini hari, akun yang sama juga memuat pesan singkat berbahasa Persia tanpa penjelasan tambahan.

Pesan tersebut, jika diterjemahkan, berbunyi: “Atas nama Nami Haider (damai bersamanya).”

“به نام نامی حیدر علیه‌السلام”

Unggahan singkat itu tidak menyertakan konteks, klarifikasi, maupun keterangan resmi mengenai kondisi Khamenei.

Pesan tersebut juga sama sekali tidak menyinggung klaim kematian yang dilontarkan pihak Amerika Serikat dan sekutunya.

Dalam tradisi Islam, nama “Haider” kerap dikaitkan dengan Imam Ali bin Abi Thalib.

Penggunaan frasa “damai bersamanya” dinilai sebagai simbol religius yang sarat makna, namun tetap ambigu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah pesan tersebut merupakan bentuk perlawanan simbolik, isyarat syahid, atau unggahan otomatis yang telah dijadwalkan sebelumnya oleh pengelola akun resmi Khamenei di platform X.

Khamenei sendiri diketahui telah memimpin Iran sejak 1989 dan memegang otoritas tertinggi, baik secara politik maupun keagamaan.

Pernyataan Trump yang Konfrontatif

Di sisi lain, Donald Trump menyampaikan pernyataan bernada keras terkait situasi tersebut.

Ia menyebut kematian Khamenei sebagai momentum bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negaranya dari apa yang ia sebut sebagai “komplotan preman haus darah.”

Trump juga mengklaim bahwa sistem intelijen Amerika Serikat dan Israel mampu melacak keberadaan Khamenei dengan tingkat presisi tinggi sehingga tidak memberinya ruang untuk menghindar.

“Kematian Khamenei bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tapi bagi seluruh warga Amerika yang hebat dan orang-orang dari banyak negara di dunia yang telah dibunuh atau cacat akibat ulah Khamenei,” tulis Trump dalam platform Truth Social.

Ia menegaskan bahwa operasi militer tidak akan berhenti pada kematian Khamenei semata. Trump mengklaim bahwa dalam satu hari, Iran telah “sangat hancur, bahkan luluh lantak.”

“Pengeboman berat dan presisi akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang minggu, atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita: PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN DUNIA!” ujar Trump.

Trump juga menyampaikan harapannya agar pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) dan kepolisian Iran melakukan penggabungan secara damai dengan kelompok patriot Republik Islam dan menghentikan perlawanan bersenjata.

SulawesiPos.com – Sebuah pesan singkat bernuansa simbolik muncul di akun resmi X milik Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Minggu (1/3/2026) pagi.

Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik internasional di tengah klaim kematian Khamenei yang sebelumnya disampaikan Amerika Serikat.

Akun X Khamenei mengunggah foto Ayatollah Ali Khamenei disertai keterangan potongan surah Al-Ahzab ayat 23 yang berbunyi:

بسم الله الرحمن الرحیم”

“مِنَ الْمُؤْمِنِینَ رِجالٌ صَدَقُوا ما عاهَدُوا اللّهَ عَلَیْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضى نَحْبَهُ وَ مِنْهُمْ مَنْ یَنْتَظِرُ وَ ما بَدَّلُوا تَبْدِیلاً

Jika diterjemahkan artinya:

“Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Di antara orang-orang beriman ada orang-orang yang telah menepati perjanjian mereka dengan Allah. Sebagian dari mereka telah memenuhi janji mereka, dan sebagian lagi masih menunggu, dan mereka tidak mengubah komitmen mereka sedikit pun,” tulis akun Khamenei @khamenei_fa.

Unggahan Misterius di Tengah Klaim Kematian

Sebelumnya, ada pula unggahan lain yang muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengklaim bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan militer AS dan Israel.

Sebelumnya, pada dini hari, akun yang sama juga memuat pesan singkat berbahasa Persia tanpa penjelasan tambahan.

Pesan tersebut, jika diterjemahkan, berbunyi: “Atas nama Nami Haider (damai bersamanya).”

“به نام نامی حیدر علیه‌السلام”

Unggahan singkat itu tidak menyertakan konteks, klarifikasi, maupun keterangan resmi mengenai kondisi Khamenei.

Pesan tersebut juga sama sekali tidak menyinggung klaim kematian yang dilontarkan pihak Amerika Serikat dan sekutunya.

Dalam tradisi Islam, nama “Haider” kerap dikaitkan dengan Imam Ali bin Abi Thalib.

Penggunaan frasa “damai bersamanya” dinilai sebagai simbol religius yang sarat makna, namun tetap ambigu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah pesan tersebut merupakan bentuk perlawanan simbolik, isyarat syahid, atau unggahan otomatis yang telah dijadwalkan sebelumnya oleh pengelola akun resmi Khamenei di platform X.

Khamenei sendiri diketahui telah memimpin Iran sejak 1989 dan memegang otoritas tertinggi, baik secara politik maupun keagamaan.

Pernyataan Trump yang Konfrontatif

Di sisi lain, Donald Trump menyampaikan pernyataan bernada keras terkait situasi tersebut.

Ia menyebut kematian Khamenei sebagai momentum bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negaranya dari apa yang ia sebut sebagai “komplotan preman haus darah.”

Trump juga mengklaim bahwa sistem intelijen Amerika Serikat dan Israel mampu melacak keberadaan Khamenei dengan tingkat presisi tinggi sehingga tidak memberinya ruang untuk menghindar.

“Kematian Khamenei bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tapi bagi seluruh warga Amerika yang hebat dan orang-orang dari banyak negara di dunia yang telah dibunuh atau cacat akibat ulah Khamenei,” tulis Trump dalam platform Truth Social.

Ia menegaskan bahwa operasi militer tidak akan berhenti pada kematian Khamenei semata. Trump mengklaim bahwa dalam satu hari, Iran telah “sangat hancur, bahkan luluh lantak.”

“Pengeboman berat dan presisi akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang minggu, atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita: PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN DUNIA!” ujar Trump.

Trump juga menyampaikan harapannya agar pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) dan kepolisian Iran melakukan penggabungan secara damai dengan kelompok patriot Republik Islam dan menghentikan perlawanan bersenjata.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/