Pembatasan pada Masa Orde Baru
Situasi berubah ketika pemerintah Orde Baru mengeluarkan Inpres No. 14/1967 yang membatasi ekspresi budaya Tionghoa di ruang publik.
Perayaan Imlek hanya boleh dilakukan secara tertutup selama puluhan tahun.
Kebangkitan di Era Reformasi
Larangan dicabut pada tahun 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), membuka kembali ruang perayaan publik.
Resmi Jadi Hari Libur Nasional
Status Imlek diperkuat ketika Presiden Megawati menetapkannya sebagai hari libur nasional mulai 2003, menandai pengakuan penuh terhadap budaya Tionghoa di Indonesia.
Tradisi yang Bertahan dalam Sejarah
Angpao sebagai Simbol Berbagi
Amplop merah melambangkan doa kesejahteraan dan perlindungan dari yang lebih tua kepada yang muda.
Hidangan Sarat Makna
Kue keranjang melambangkan persatuan, sementara ikan menjadi simbol kelimpahan rezeki.
Ritual Bersih Rumah
Membersihkan rumah sebelum Imlek dimaknai sebagai membuang energi buruk dan menyambut keberuntungan baru.
Sejarah panjang Imlek menunjukkan bagaimana tradisi mampu bertahan, beradaptasi, dan melintasi batas negara. Dari legenda kuno hingga pengakuan resmi negara, Imlek kini menjadi simbol persatuan, harapan, dan keberagaman budaya.
Sumber: Traveloka

