Selain ancaman penculikan, peneror juga mengirimkan pesan yang menuduh Tiyo sebagai agen asing dan mencari panggung.
“Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak akan membuatnya menghentikan sikap kritis maupun advokasi yang selama ini dilakukan bersama BEM UGM.

