28 C
Makassar
6 February 2026, 11:52 AM WITA

KPK OTT Wakil Ketua PN Depok, Aliran Dana Rp850 Juta Didalami Dugaan Suap Perkara

KPK tidak menutup kemungkinan adanya barang bukti tambahan, termasuk potensi mata uang asing atau dokumen lain yang dapat menguatkan konstruksi perkara.

Pemeriksaan Intensif di Gedung Merah Putih KPK

Seluruh pihak yang terjaring OTT saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Hingga Jumat, 7 Februari 2026, penyidik masih memanfaatkan waktu pemeriksaan awal sesuai ketentuan hukum, yakni 1×24 jam, untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Dalam tahap ini, KPK menelusuri:

  • Asal-usul dana Rp850 juta
  • Peran masing-masing pihak
  • Potensi keterlibatan pihak lain dalam skema dugaan suap

Dugaan Libatkan Jaringan Lebih Luas

KPK juga mencium indikasi bahwa perkara ini tidak berdiri sendiri.

Penyidik menduga adanya rantai perantara atau jaringan yang lebih luas, termasuk pihak-pihak yang berkepentingan langsung terhadap hasil putusan perkara di PN Depok.

Namun, KPK masih menahan informasi terkait identitas lengkap para pihak demi menjaga efektivitas penyelidikan.

“Kami akan menyampaikan secara utuh kepada publik setelah konstruksi perkara jelas,” tegas Fitroh.

Baca Juga: 
KPK Dalami Dugaan Aliran Uang ke Ketua PDIP Jabar Ono Surono

Tamparan Keras bagi Dunia Peradilan

OTT terhadap Wakil Ketua PN Depok ini kembali menjadi tamparan keras bagi integritas lembaga peradilan.

Publik kembali diingatkan bahwa praktik mafia peradilan masih menjadi ancaman serius dalam sistem penegakan hukum di Indonesia.

KPK menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu, termasuk apabila mengarah pada pejabat strategis atau jaringan yang lebih besar.

Lembaga antirasuah memastikan proses hukum akan berjalan transparan dan akuntabel sebagai bagian dari upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi peradilan.

KPK tidak menutup kemungkinan adanya barang bukti tambahan, termasuk potensi mata uang asing atau dokumen lain yang dapat menguatkan konstruksi perkara.

Pemeriksaan Intensif di Gedung Merah Putih KPK

Seluruh pihak yang terjaring OTT saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Hingga Jumat, 7 Februari 2026, penyidik masih memanfaatkan waktu pemeriksaan awal sesuai ketentuan hukum, yakni 1×24 jam, untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Dalam tahap ini, KPK menelusuri:

  • Asal-usul dana Rp850 juta
  • Peran masing-masing pihak
  • Potensi keterlibatan pihak lain dalam skema dugaan suap

Dugaan Libatkan Jaringan Lebih Luas

KPK juga mencium indikasi bahwa perkara ini tidak berdiri sendiri.

Penyidik menduga adanya rantai perantara atau jaringan yang lebih luas, termasuk pihak-pihak yang berkepentingan langsung terhadap hasil putusan perkara di PN Depok.

Namun, KPK masih menahan informasi terkait identitas lengkap para pihak demi menjaga efektivitas penyelidikan.

“Kami akan menyampaikan secara utuh kepada publik setelah konstruksi perkara jelas,” tegas Fitroh.

Baca Juga: 
KPK Geledah Rumah Pribadi Maidi, Ini Barang Bukti Yang Diamankan

Tamparan Keras bagi Dunia Peradilan

OTT terhadap Wakil Ketua PN Depok ini kembali menjadi tamparan keras bagi integritas lembaga peradilan.

Publik kembali diingatkan bahwa praktik mafia peradilan masih menjadi ancaman serius dalam sistem penegakan hukum di Indonesia.

KPK menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu, termasuk apabila mengarah pada pejabat strategis atau jaringan yang lebih besar.

Lembaga antirasuah memastikan proses hukum akan berjalan transparan dan akuntabel sebagai bagian dari upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi peradilan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/