24 C
Makassar
3 February 2026, 1:38 AM WITA

Tragedi ATR Bulusaraung Picu Curhat Warganet soal Dosa Masa Lalu Maskapai Nasional

Overview

  • Kecelakaan ATR 42-500 terjadi pada 17 Januari 2026, 10 orang di dalamnya, seluruh korban ditemukan setelah 7 hari pencarian di Gunung Bulusaraung.
  • Curhat warganet @papaforplanet mengaitkan tragedi dengan pengadaan armada lama, dugaan intervensi pejabat, dan kerugian maskapai triliunan rupiah.
  • Tragedi menjadi pengingat pentingnya keselamatan penerbangan di atas kepentingan bisnis sementara investigasi resmi masih berjalan.

SulawesiPos.com – Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan (Sulsel), tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memantik gelombang refleksi di ruang publik.

Di media sosial Threads, sebuah utas panjang dari pemilik akun @papaforplanet menjadi sorotan warganet.

Dalam narasinya, ia mengaitkan tragedi tersebut dengan ingatan masa lalu terkait pengadaan armada pesawat sub-100 seater di maskapai pelat merah, yang menurut pengakuannya pernah ia audit lebih dari satu dekade lalu.

Seluruh pernyataan berikut merupakan curhatan pribadi warganet yang dikutip SulawesiPos.com, Jumat (23/1/2026), dan belum diverifikasi secara independen oleh otoritas berwenang.

“Bukan Soal Musibah, Tapi Ingatan tentang Dosa Masa Lalu,” tulisnya.

Baca Juga: 
Presiden Prabowo Anugerahi Penghargaan untuk Danrem, Dandim, dan Kapolres Bone, Dinilai Berjasa atas Capaian Produksi Padi Tertinggi Nasional

Dalam pembukaan utasnya, pemilik akun tersebut terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas tragedi jatuhnya pesawat di Sulawesi.

“Sebelum gue mulai, gue mau ngucapin duka sedalam-dalamnya buat para korban jatuhnya pesawat perintis di Gunung Bulusaraung, Sulawesi. Musibah itu murni takdir dan teknis di lapangan,” keterangannya.

Overview

  • Kecelakaan ATR 42-500 terjadi pada 17 Januari 2026, 10 orang di dalamnya, seluruh korban ditemukan setelah 7 hari pencarian di Gunung Bulusaraung.
  • Curhat warganet @papaforplanet mengaitkan tragedi dengan pengadaan armada lama, dugaan intervensi pejabat, dan kerugian maskapai triliunan rupiah.
  • Tragedi menjadi pengingat pentingnya keselamatan penerbangan di atas kepentingan bisnis sementara investigasi resmi masih berjalan.

SulawesiPos.com – Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan (Sulsel), tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memantik gelombang refleksi di ruang publik.

Di media sosial Threads, sebuah utas panjang dari pemilik akun @papaforplanet menjadi sorotan warganet.

Dalam narasinya, ia mengaitkan tragedi tersebut dengan ingatan masa lalu terkait pengadaan armada pesawat sub-100 seater di maskapai pelat merah, yang menurut pengakuannya pernah ia audit lebih dari satu dekade lalu.

Seluruh pernyataan berikut merupakan curhatan pribadi warganet yang dikutip SulawesiPos.com, Jumat (23/1/2026), dan belum diverifikasi secara independen oleh otoritas berwenang.

“Bukan Soal Musibah, Tapi Ingatan tentang Dosa Masa Lalu,” tulisnya.

Baca Juga: 
Letak Gunung Bulusaraung, Tempat Hilangnya Pesawat ATR Yang Angkut Pegawai KKP

Dalam pembukaan utasnya, pemilik akun tersebut terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas tragedi jatuhnya pesawat di Sulawesi.

“Sebelum gue mulai, gue mau ngucapin duka sedalam-dalamnya buat para korban jatuhnya pesawat perintis di Gunung Bulusaraung, Sulawesi. Musibah itu murni takdir dan teknis di lapangan,” keterangannya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/