Di tengah krisis terbaru ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Israel dan Amerika Serikat adalah dalang destabilisasi, dan menuduh musuh-musuh Iran memasukkan “teroris” yang, menurutnya, membakar masjid, menyerang bank, dan merusak fasilitas publik.
“Kepada keluarga, saya meminta: jangan biarkan anak-anak muda kalian bergabung dengan perusuh dan teroris yang memenggal orang dan membunuh orang lain,” kata Pezeshkian dalam wawancara televisi, seraya menambahkan bahwa pemerintah siap mendengarkan rakyat dan menyelesaikan masalah ekonomi.
Inggris Dipanggil, Analis Ragukan Protes Menjatuhkan Kekuasaan
Iran juga memanggil duta besar Inggris pada Minggu ke kementerian luar negeri terkait komentar yang mereka sebut “intervensionis” dari menteri luar negeri Inggris, serta aksi seorang demonstran yang menurunkan bendera Iran dari gedung Kedutaan Besar di London dan menggantinya dengan jenis bendera yang digunakan sebelum Revolusi Islam 1979. Kementerian luar negeri Inggris tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Mantan diplomat Amerika Serikat dan pakar Iran, Alan Eyre, menilai kecil kemungkinan protes ini akan menjatuhkan pemerintahan. Menurutnya, lebih mungkin pemerintah akhirnya mampu meredam demonstrasi, tetapi keluar dari proses itu dalam kondisi jauh lebih lemah. Ia juga menyebut elite Iran masih terlihat solid dan belum tampak oposisi yang terorganisasi.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan prosesi pemakaman di beberapa kota barat seperti Gachsaran dan Yasuj untuk personel keamanan yang tewas. Media itu juga menyebut 30 anggota pasukan keamanan akan dimakamkan di Isfahan, serta enam lainnya dilaporkan tewas oleh “perusuh” di Kermanshah.
Trump: “AS Siap Membantu!!!”
Pada Sabtu, Trump menulis di media sosial: “Iran sedang menatap KEBEBASAN, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AMERIKA SERIKAT siap membantu!!!”
Seorang sumber Israel yang hadir dalam percakapan mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas kemungkinan intervensi Amerika Serikat dalam panggilan telepon pada Sabtu.
Dukungan bagi demonstran Iran juga muncul di Amerika Serikat. Di kawasan Westwood, Los Angeles, sebuah truk sewaan dilaporkan menabrak kerumunan beberapa ratus orang yang tengah menggelar aksi dukungan, menurut media KNBC pada Minggu. Polisi Los Angeles, Sean Murray, mengatakan berdasarkan rekaman video berita, pengemudi truk itu dikawal pergi oleh polisi; jumlah korban luka belum jelas, namun seluruh yang terluka disebut mendapat perawatan di lokasi.
Dari pihak oposisi di pengasingan, Reza Pahlavi—putra mendiang Shah terakhir Iran—menyebut Trump telah mengamati “keberanian yang tak terlukiskan” dari warga Iran. “Jangan tinggalkan jalanan,” tulisnya di X. (ali)

