Otoritas Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel menghasut kerusuhan, serta—menurut laporan media pemerintah—menyerukan aksi massa nasional pada Senin untuk mengecam apa yang mereka sebut sebagai “aksi terorisme yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel”.
Sementara itu, arus informasi dari Iran kian terhambat setelah terjadi pemadaman internet sejak Kamis. Trump mengatakan pada Minggu bahwa ia akan berbicara dengan Elon Musk untuk memulihkan akses internet di Iran melalui layanan satelit Starlink.
Rekaman video yang beredar di media sosial pada Sabtu memperlihatkan kerumunan besar di Teheran berbaris pada malam hari, bertepuk tangan, dan meneriakkan yel-yel. Dalam salah satu video, seorang pria terdengar berkata bahwa kerumunan itu “tidak punya ujung maupun awal”.
Dari kota Mashhad di timur laut, video lain memperlihatkan asap pekat membubung di langit malam dari api yang menyala di jalan, para demonstran bermasker, serta jalan raya yang dipenuhi puing—disertai bunyi ledakan. Reuters menyatakan telah memverifikasi lokasi rekaman tersebut.
Televisi pemerintah Iran menayangkan puluhan kantong jenazah di kantor koroner Teheran, sembari menyebut para korban sebagai hasil peristiwa yang dipicu “teroris bersenjata”. Tayangan lain menunjukkan keluarga korban berkumpul di luar Pusat Kedokteran Forensik Kahrizak di Teheran untuk menunggu proses identifikasi.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan ia terkejut oleh laporan kekerasan oleh otoritas Iran dan menyerukan penahanan diri semaksimal mungkin. Ia juga menegaskan bahwa kebebasan berekspresi, berserikat, dan berkumpul secara damai harus dihormati dan dilindungi.
Pada Minggu, otoritas Iran menetapkan tiga hari berkabung nasional, “untuk menghormati para martir yang gugur dalam perlawanan terhadap Amerika Serikat dan rezim Zionis,” menurut media pemerintah.
Israel Siaga Tinggi, Bayang-Bayang Perang Tahun Lalu Masih Menggantung
Tiga sumber Israel yang hadir dalam konsultasi keamanan pada akhir pekan mengatakan Israel berada dalam status siaga tinggi menghadapi kemungkinan intervensi Amerika Serikat di Iran.
Israel dan Iran sebelumnya terlibat perang selama 12 hari pada Juni 2025, yang sempat diikuti Amerika Serikat dengan menyerang instalasi nuklir. Iran kemudian membalas dengan menembakkan rudal ke Israel dan ke sebuah pangkalan udara Amerika Serikat di Qatar.

