Bulan lalu, Paus bahkan mengkritik potensi langkah Amerika Serikat yang dapat menyerupai operasi invasi terhadap wilayah Venezuela dan menegaskan bahwa dialog merupakan jalan yang lebih bijak untuk menyelesaikan konflik.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya supremasi hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta upaya menciptakan masa depan damai dengan perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat termiskin yang paling terdampak krisis ekonomi.
Secara tersirat, pernyataan Paus tersebut mencerminkan kekhawatiran banyak pengamat internasional bahwa langkah Trump di Venezuela berpeluang menyerupai kontrol de facto atas negara tersebut.
Selain itu, Paus Leo XIV bulan lalu memperingatkan pemerintahan Trump terhadap apa yang ia sebut sebagai upaya “membongkar” aliansi strategis antara Amerika Serikat dan Eropa, yang telah lama menjadi fondasi politik global.
Menanggapi rencana perdamaian Ukraina yang diusulkan Washington, Paus menyatakan keprihatinan atas perubahan drastis dalam hubungan trans-Atlantik, sebuah aliansi yang selama puluhan tahun dianggap kuat dan stabil.
Ia menyinggung pernyataan Trump yang menggambarkan sekutu Eropa sebagai pihak yang “melemah,” narasi yang, menurut Paus, berpotensi merusak aliansi penting di masa kini dan masa depan.
Menurut pernyataan resmi Vatikan yang dikutip arabic.rt.com edisi Jumat (9/1/2026), Paus Leo XIV menegaskan peran krusial Eropa dalam upaya perundingan damai dan menilai tidak realistis mencapai kesepakatan tanpa keterlibatan benua tersebut.
Ia menambahkan harapannya agar Eropa bersatu dalam mencari solusi kolektif guna memastikan stabilitas dan kemajuan bersama sepanjang abad ini.
Dalam isu migrasi, pada November 2025 Paus Leo XIV mendukung pernyataan para uskup Katolik Amerika Serikat yang kritis terhadap kebijakan imigrasi dan deportasi massal pemerintahan Trump, seraya menyerukan penanganan yang manusiawi dan bermartabat.
Paus menutup pidatonya dengan menyerukan agar masyarakat Amerika Serikat dan dunia mendengarkan suara para pemimpin gereja, terutama mengenai perlakuan yang penuh martabat kepada para migran yang telah lama hidup dan berkontribusi di negara tersebut. (ali)

