SulawesiPos.com – Kelompok Houthi asal Yaman kembali mengklaim melancarkan serangan ke Arab Saudi pada Senin (12/10/2026) malam waktu setempat atau Selasa (13/10/2026) dini hari WIB.
Serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Pangkalan Khamis Mushait itu terjadi di tengah penutupan bandara ibu kota Arab Saudi hingga 17 Oktober.
Juru bicara militer Arab Saudi, Turki al-Maliki, menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman menuju Riyadh.
Sementara itu, Houthi mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan drone ke Pangkalan Khamis Mushait di wilayah selatan Arab Saudi.
Olehnya itu, otoritas penerbangan setempat memperpanjang penutupan Bandara Internasional King Khalid untuk memastikan keselamatan dan kesiapan fasilitas bandara setelah serangkaian serangan sebelumnya.
Reuters melaporkan, bandara tersebut dijadwalkan tetap ditutup hingga 15 Oktober 2026.
Selain itu, sejumlah maskapai juga membatalkan atau menunda penerbangan menyusul meningkatnya ancaman terhadap penerbangan sipil di kawasan tersebut.
53 Jemaah Umrah Makassar Tertunda Berangkat
Dampak gangguan penerbangan tersebut juga dirasakan calon jemaah umrah asal Indonesia.
Sebanyak 53 calon jemaah umrah yang berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami penundaan keberangkatan pada Senin (12/10/2026).
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menjelaskan penundaan terjadi setelah penerbangan lanjutan Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Madinah dibatalkan di tengah situasi keamanan di Timur Tengah.
Penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar-Kuala Lumpur tetap beroperasi dengan membawa 30 penumpang reguler. Dari total 83 penumpang yang semula direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 orang yang diberangkatkan.
“Dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur, sedangkan 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan,” kata Ruly melalui siaran pers, Senin (12/10/2026).
Ruly mengatakan, pengelola bandara terus memantau perkembangan situasi keamanan dan berkoordinasi dengan maskapai serta pemangku kepentingan terkait untuk mengantisipasi dampaknya terhadap operasional penerbangan.
“Kami terus mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan memahami bahwa kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi calon jemaah umrah beserta keluarga yang sedang menantikan perjalanan ibadah ke Tanah Suci,” pungkasnya.


