Keren, Dua Siswa SMA Telkom Makassar Ciptakan Game Roblox dengan Latar Makassar

SulawesiPos.com – Dua siswa SMK Telkom Makassar, Muh Fadhel Ardiansyah (Kelas 12) dan Muh Faaiq Khairy Al Azzam (Kelas 11), berhasil menciptakan game bernama Tawwa di platform game Roblox dengan latar Kota Makassar

“Tawwa memadukan unsur budaya lokal Kota Makassar dengan nilai edukasi di dalamnya,” kata Muh Alif Anhar SKom, guru pembimbing kedua siswa tersebut, saat dihubungi SPos melalui DM Instagram @itsalifanhar, Sabtu (26/9/2026).

Game yang dikembangkan oleh dua siswa urusan Rekayasa Perangkat Lunak tersebut bisa dimainkan melalui berbagai perangkat, mulai dari mobile, PC, hingga web, dan dapat diakses oleh pemain dari berbagai daerah.

Saat mengembangkan proyek tersebut menggunakan Roblox Studio, Fadhel Ardiansyah dan Faaiq Khairy didampingi oleh dua pembimbing, yaitu Farid Mawardi SPd MPd Gr selaku Pembimbing 1, dan Muh Alif Anhar SKom selaku Pembimbing 2.

“Proses pengembangan Tawwa telah berlangsung sejak awal Maret dan masih terus berlanjut hingga sekarang,” kata Alif Anhar.

BACA JUGA:  TikTok dan Roblox Siap Patuhi PP Tunas, Akan Nonaktifkan Akun Hingga Batasi Akses Anak

Ide pembuatan maps game ini muncul setelah tim developer mengamati banyaknya game populer yang menggunakan latar kota asli dan nyata, seperti GTA.

Dari situ, mereka tertarik membuat versi yang lebih baik di platform Roblox dengan menggabungkan unsur kebudayaan lokal serta nilai edukasi.

“Dengan begitu, game ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana belajar bagi para penggunanya,” ujar Alif Anhar.

Sejak awal Maret 2026, tim terus mengembangkan Tawwa hingga kini telah menyentuh angka 27.500 kali kunjungan dari akun yang berbeda di Roblox.

Selama proses pengembangan, para siswa mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari cara membuat produk yang menarik minat pengguna, belajar menghasilkan keuntungan dari game yang mereka buat, hingga belajar berkolaborasi dengan berbagai pihak industri.

Pendampingan dari Farid Mawardi dan Alif Anhar turut berperan penting dalam membimbing tim selama proses pengembangan.

“Tawwa juga sebagai cara kami untuk mendigitalisasikan ruang publik, jadi orang yang di luar Makassar yang penasaran, apa sih isi Makassar itu, bisa langsung ke game kami,” ujarnya.

BACA JUGA:  TikTok dan Roblox Siap Patuhi PP Tunas, Akan Nonaktifkan Akun Hingga Batasi Akses Anak

Karakter Lokal

Apa yang menarik dari Tawwa? Tak hanya menggunakan maps Kota Makassar, termasuk kawasan CPI, Tawwa juga memunculkan karakter lokal seperti Kanda Karca sebagai Non Player Character.

Melalui Tawwa, pengguna bahkan bisa mengetahui makanan lokal jalangkote.

Dalam proses kreatifnya, Faaiq dan Fadhel pernah berhadapan dengan error dalam proses coding yang membuatnya sempat frustrasi.

Error tersebut cukup lama tidak ditemukan solusinya. Bahkan sudah bertanya ke AI, juga belum ada jawaban.

Dengan semangat dan tekad yang tinggi, akhirnya error tersebut bisa teratasi dan mereka pun bisa menyelesaikan Tawwa.

Fadhel pun berpesan, ketika berhadapan dengan masalah, jangan cepat menyerah. Harus melakukan berbagai cara, ujung-ujungnya pasti akan bisa teratasi.(julian/mg unifa)

SulawesiPos.com – Dua siswa SMK Telkom Makassar, Muh Fadhel Ardiansyah (Kelas 12) dan Muh Faaiq Khairy Al Azzam (Kelas 11), berhasil menciptakan game bernama Tawwa di platform game Roblox dengan latar Kota Makassar

“Tawwa memadukan unsur budaya lokal Kota Makassar dengan nilai edukasi di dalamnya,” kata Muh Alif Anhar SKom, guru pembimbing kedua siswa tersebut, saat dihubungi SPos melalui DM Instagram @itsalifanhar, Sabtu (26/9/2026).

Game yang dikembangkan oleh dua siswa urusan Rekayasa Perangkat Lunak tersebut bisa dimainkan melalui berbagai perangkat, mulai dari mobile, PC, hingga web, dan dapat diakses oleh pemain dari berbagai daerah.

Saat mengembangkan proyek tersebut menggunakan Roblox Studio, Fadhel Ardiansyah dan Faaiq Khairy didampingi oleh dua pembimbing, yaitu Farid Mawardi SPd MPd Gr selaku Pembimbing 1, dan Muh Alif Anhar SKom selaku Pembimbing 2.

“Proses pengembangan Tawwa telah berlangsung sejak awal Maret dan masih terus berlanjut hingga sekarang,” kata Alif Anhar.

BACA JUGA:  TikTok dan Roblox Siap Patuhi PP Tunas, Akan Nonaktifkan Akun Hingga Batasi Akses Anak

Ide pembuatan maps game ini muncul setelah tim developer mengamati banyaknya game populer yang menggunakan latar kota asli dan nyata, seperti GTA.

Dari situ, mereka tertarik membuat versi yang lebih baik di platform Roblox dengan menggabungkan unsur kebudayaan lokal serta nilai edukasi.

“Dengan begitu, game ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana belajar bagi para penggunanya,” ujar Alif Anhar.

Sejak awal Maret 2026, tim terus mengembangkan Tawwa hingga kini telah menyentuh angka 27.500 kali kunjungan dari akun yang berbeda di Roblox.

Selama proses pengembangan, para siswa mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari cara membuat produk yang menarik minat pengguna, belajar menghasilkan keuntungan dari game yang mereka buat, hingga belajar berkolaborasi dengan berbagai pihak industri.

Pendampingan dari Farid Mawardi dan Alif Anhar turut berperan penting dalam membimbing tim selama proses pengembangan.

“Tawwa juga sebagai cara kami untuk mendigitalisasikan ruang publik, jadi orang yang di luar Makassar yang penasaran, apa sih isi Makassar itu, bisa langsung ke game kami,” ujarnya.

BACA JUGA:  TikTok dan Roblox Siap Patuhi PP Tunas, Akan Nonaktifkan Akun Hingga Batasi Akses Anak

Karakter Lokal

Apa yang menarik dari Tawwa? Tak hanya menggunakan maps Kota Makassar, termasuk kawasan CPI, Tawwa juga memunculkan karakter lokal seperti Kanda Karca sebagai Non Player Character.

Melalui Tawwa, pengguna bahkan bisa mengetahui makanan lokal jalangkote.

Dalam proses kreatifnya, Faaiq dan Fadhel pernah berhadapan dengan error dalam proses coding yang membuatnya sempat frustrasi.

Error tersebut cukup lama tidak ditemukan solusinya. Bahkan sudah bertanya ke AI, juga belum ada jawaban.

Dengan semangat dan tekad yang tinggi, akhirnya error tersebut bisa teratasi dan mereka pun bisa menyelesaikan Tawwa.

Fadhel pun berpesan, ketika berhadapan dengan masalah, jangan cepat menyerah. Harus melakukan berbagai cara, ujung-ujungnya pasti akan bisa teratasi.(julian/mg unifa)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru