Pola tersebut menjadi langkah sementara untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sebelum sumber air baru melalui SPAM dapat dimanfaatkan secara optimal.
47.252 Jiwa Terdampak Kekeringan
Persoalan air bersih di Makassar telah berdampak terhadap sejumlah wilayah.
Berdasarkan data kaji cepat BPBD Makassar per 5 Agustus 2026, sebanyak 47.252 jiwa dari 13.929 kepala keluarga terdampak kekeringan di enam kecamatan.
Enam kecamatan tersebut yakni Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang dan Manggala.
Data tersebut menunjukkan dampak kekeringan tidak hanya terjadi di satu kawasan.
Karena itu, pemerintah menjalankan penanganan melalui dua pola, yakni distribusi air bersih untuk kebutuhan mendesak dan pembangunan sumber air untuk memperkuat pasokan.
Pemkot Makassar Intervensi Sumber Air
Pemkot Makassar juga terus mencari sumber air yang masih dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat.
Sumber air yang dinilai memiliki debit memadai akan diintervensi agar dapat mendukung kebutuhan warga di wilayah terdampak.
Menurut Munafri, langkah tersebut diperlukan agar sumber air yang tersedia dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Di mana ada sumber-sumber air yang maksimal, langsung kita intervensi supaya kebutuhan air ini bisa terdistribusi dengan baik,” ujarnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.
Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih diminta mengikuti informasi pemerintah terkait lokasi maupun jadwal distribusi air di wilayah masing-masing.
Pemkot Makassar menyatakan penanganan akan terus dilakukan untuk menjaga kebutuhan dasar air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kemarau berlangsung.

