Dalam konteks itulah nama Bonto Marannu muncul dalam sejarah Jawa pada masa pergolakan Mataram dan VOC.
Bonto Marannu, Nama yang Menyebar di Sulawesi Selatan
Nama Bonto Marannu sendiri jauh lebih luas penggunaannya dibanding nama tokohnya.
Di Sulawesi Selatan, Bontomarannu digunakan sebagai nama kecamatan di Kabupaten Gowa.
Nama yang sama juga terdapat pada sejumlah desa di berbagai kabupaten, termasuk Maros, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, dan Kepulauan Selayar.
Namun, penggunaan nama Bonto Marannu sebagai nama wilayah tidak serta-merta berarti seluruh tempat tersebut secara langsung dinamai untuk mengenang Karaeng Bonto Marannu.
Dalam konteks bahasa Makassar, bonto berkaitan dengan daratan atau bukit, sedangkan marannu berkaitan dengan kebahagiaan atau keceriaan.
Oleh karena itu, Bonto Marannu secara umum dapat dimaknai sebagai bukit atau tempat yang membawa kebahagiaan.
Nama tersebut juga digunakan untuk sejumlah fasilitas pendidikan dan pemerintahan di Sulawesi Selatan.
Hal ini menunjukkan bahwa Bonto Marannu telah menjadi nama yang dikenal luas dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai nama geografis maupun sebagai bagian dari ingatan sejarah.
Jalan Pendek di Tengah Kota Makassar
Di Makassar, penghormatan terhadap nama tersebut hadir melalui Jalan Bonto Marannu.
Jalan ini berada di Kelurahan Maloku, Kecamatan Ujung Pandang, di kawasan pusat kota yang berdekatan dengan Pantai Losari.
Dalam Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2024 tentang RTRW 2024–2043, Jalan Bonto Marannu tercatat sebagai salah satu jalan lokal sekunder di Kecamatan Ujung Pandang.
Ruasnya relatif pendek, sekitar 150 meter, dan berujung buntu. Jalan tersebut berada tidak jauh dari Jalan Muchtar Lutfi yang menjadi akses menuju kawasan Pantai Losari.

