Dalam aksi tersebut, peternak mempersoalkan tingginya harga pakan dan anjloknya harga telur.
Kondisi itu disebut telah menyebabkan peternak mengalami kerugian selama sekitar empat bulan.
Untuk membahas persoalan tersebut secara lebih luas, Kementerian Pertanian juga mengundang perwakilan peternak dari berbagai daerah dalam pertemuan di Surabaya.
Pertemuan itu melibatkan sejumlah pihak, termasuk unsur Pertanian, BGN, Bulog, dan Satgas terkait.
Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus mengawal kepentingan peternak rakyat agar tidak tertekan oleh kondisi pasar maupun dominasi pelaku usaha besar.
“Kami diangkat jadi menteri disumpah untuk berpihak pada rakyat, bukan untuk basa-basi,” tegasnya.

