Jelang Pemberangkatan Kloter Terakhir, Lima Jemaah Haji Embarkasi Makassar Dilaporkan Wafat

SulawesiPos.com – Proses pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Makassar tahun 2026 dilaporkan berjalan dengan baik dan lancar di tengah kabar duka terkait wafatnya beberapa jemaah.

Hingga pemberangkatan kloter 40 hari ini, Rabu (20/5/2026), dari 43 kloter di embarkasi Makassar yang dijadwalkan terakhir berangkat pada Kamis besok pukul 8.00 Wita, (21/5), tercatat sebanyak lima jemaah haji asal Embarkasi Makassar dilaporkan meninggal dunia, dengan rincian satu orang wafat di embarkasi dan empat lainnya mengembuskan napas terakhir di Arab Saudi.

Berdasarkan data yang dihimpun, jemaah yang wafat di Embarkasi Makassar adalah Syamsuddin Puang Launang dari kloter 19 asal Mamuju, Sulawesi Barat, yang meninggal di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

Sementara itu, empat jemaah yang wafat di Arab Saudi meliputi Nursidah Sinrang Sijarra dari kloter 5 asal Gowa di Rumah Sakit Al Haram Madinah, Siti Totou Umar dari kloter 15 asal Ternate di Hotel Madinah, Camming Saide Sakka dari kloter 3 asal Bone di Rumah Sakit Mouwasat Madinah, serta Pinta Latif Abd. Latif dari kloter 8 asal Pinrang yang wafat di Masjidil Haram, Mekkah.

BACA JUGA: 
Atribusi Dalam Ibadah Haji

Selain jemaah yang wafat, dilaporkan pula terdapat tiga jemaah yang saat ini tertunda keberangkatannya karena harus menjalani perawatan medis.

Mereka adalah Nurhayati Laraufe dari eks kloter 21 yang direncanakan mutasi ke kloter 41, Mare Petta Baba dari eks kloter 23, serta M. Basir Djalang dari eks kloter 35, di mana dua nama terakhir masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Di samping itu, masih ditemukan jemaah haji yang secara kondisi kesehatan dinilai tidak istithaah atau belum memenuhi syarat kesehatan untuk diberangkatkan menuju Asrama Haji, terutama yang mengalami gejala demensia.

Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, dalam rilisnya, menyampaikan bahwa kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi pihak penyelenggara.

Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terkait proses penapisan kesehatan calon jemaah sejak dari daerah asal agar kondisi serupa bisa diantisipasi lebih awal.

Menurut Ikbal, secara umum seluruh rangkaian operasional dan proses pemberangkatan jemaah haji di wilayahnya tetap terlaksana sesuai rencana berkat soliditas seluruh pihak yang terlibat.

BACA JUGA: 
933 Jemaah Haji Papua Berangkat, Mayoritas Keturunan Bugis-Makassar

Embarkasi Makassar sendiri tahun ini melayani total 16.750 jemaah haji yang terbagi ke dalam 43 kelompok terbang dan berasal dari delapan provinsi di kawasan timur Indonesia, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Secara umum, semua proses pemberangkatan jemaah haji berjalan dengan baik dan lancar berkat kerjasama yang baik antar semua unit terkait dalam penyelenggaraan operasional haji Embarkasi Makassar.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua instansi dan lembaga terkait dalam penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 ini,” tutup Ikbal. (mn abdurrahman)

SulawesiPos.com – Proses pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Makassar tahun 2026 dilaporkan berjalan dengan baik dan lancar di tengah kabar duka terkait wafatnya beberapa jemaah.

Hingga pemberangkatan kloter 40 hari ini, Rabu (20/5/2026), dari 43 kloter di embarkasi Makassar yang dijadwalkan terakhir berangkat pada Kamis besok pukul 8.00 Wita, (21/5), tercatat sebanyak lima jemaah haji asal Embarkasi Makassar dilaporkan meninggal dunia, dengan rincian satu orang wafat di embarkasi dan empat lainnya mengembuskan napas terakhir di Arab Saudi.

Berdasarkan data yang dihimpun, jemaah yang wafat di Embarkasi Makassar adalah Syamsuddin Puang Launang dari kloter 19 asal Mamuju, Sulawesi Barat, yang meninggal di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

Sementara itu, empat jemaah yang wafat di Arab Saudi meliputi Nursidah Sinrang Sijarra dari kloter 5 asal Gowa di Rumah Sakit Al Haram Madinah, Siti Totou Umar dari kloter 15 asal Ternate di Hotel Madinah, Camming Saide Sakka dari kloter 3 asal Bone di Rumah Sakit Mouwasat Madinah, serta Pinta Latif Abd. Latif dari kloter 8 asal Pinrang yang wafat di Masjidil Haram, Mekkah.

BACA JUGA: 
Gagal Berangkat Dua Kali karena Sakit, Jemaah Haji Asal Sinjai Akhirnya Terbang ke Tanah Suci dengan Kursi Roda

Selain jemaah yang wafat, dilaporkan pula terdapat tiga jemaah yang saat ini tertunda keberangkatannya karena harus menjalani perawatan medis.

Mereka adalah Nurhayati Laraufe dari eks kloter 21 yang direncanakan mutasi ke kloter 41, Mare Petta Baba dari eks kloter 23, serta M. Basir Djalang dari eks kloter 35, di mana dua nama terakhir masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Di samping itu, masih ditemukan jemaah haji yang secara kondisi kesehatan dinilai tidak istithaah atau belum memenuhi syarat kesehatan untuk diberangkatkan menuju Asrama Haji, terutama yang mengalami gejala demensia.

Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, dalam rilisnya, menyampaikan bahwa kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi pihak penyelenggara.

Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terkait proses penapisan kesehatan calon jemaah sejak dari daerah asal agar kondisi serupa bisa diantisipasi lebih awal.

Menurut Ikbal, secara umum seluruh rangkaian operasional dan proses pemberangkatan jemaah haji di wilayahnya tetap terlaksana sesuai rencana berkat soliditas seluruh pihak yang terlibat.

BACA JUGA: 
Atribusi Dalam Ibadah Haji

Embarkasi Makassar sendiri tahun ini melayani total 16.750 jemaah haji yang terbagi ke dalam 43 kelompok terbang dan berasal dari delapan provinsi di kawasan timur Indonesia, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Secara umum, semua proses pemberangkatan jemaah haji berjalan dengan baik dan lancar berkat kerjasama yang baik antar semua unit terkait dalam penyelenggaraan operasional haji Embarkasi Makassar.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua instansi dan lembaga terkait dalam penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 ini,” tutup Ikbal. (mn abdurrahman)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru