SulawesiPos.com – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan rangkaian kebijakan strategis di sektor pendidikan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.
Fokus utama kebijakan ini mencakup penambahan alokasi anggaran pendidikan serta peningkatan insentif bagi tenaga pendidik.
Wali Kota Munafri Arifuddin menjelaskan, langkah tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar pendidikan sekaligus memperkuat pemerataan layanan.
Perhatian khusus diarahkan ke wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas.
“Guru-guru di pulau kita berikan insentif lebih sebagai bentuk perhatian,” kata Munafri.
Pemkot juga menaruh perhatian pada kesejahteraan pendidik yang bertugas di daerah terpencil.
Insentif tambahan disiapkan sebagai dukungan bagi guru yang bekerja dalam tantangan geografis yang tidak ringan.
“Ke depan, kita harapkan nilainya terus meningkat agar mereka mampu memberikan pengabdian terbaik,” lanjutnya.
Pemerataan Layanan dan Revitalisasi Sekolah Unggulan
Selain peningkatan kesejahteraan guru, Pemkot Makassar memperkuat agenda pemerataan pendidikan, termasuk di wilayah dengan akses terbatas.
Penguatan anggaran diarahkan agar layanan pendidikan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Pendidikan bagi warga semua, adalah cita-cita besar kita. Kita ingin menempatkan Kota Makassar sebagai salah satu daerah dengan kualitas pendidikan terbaik di Indonesia,” kata Munafri.
Sejalan dengan itu, program revitalisasi sekolah unggulan juga disiapkan untuk mendorong Makassar menjadi rujukan pendidikan di tingkat nasional.
Pembenahan dilakukan mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kualitas proses pembelajaran.
“Saya ingin suatu saat ketika orang bertanya di mana pendidikan terbaik di Indonesia, jawabannya adalah Kota Makassar,” ucap Munafri.
Di sisi lain, Pemkot turut menekankan penguatan pendidikan karakter, akhlak, serta pelestarian budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Upaya ini diarahkan agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai dan jati diri yang kuat.
“Ini penting karena dampaknya sudah terlihat, baik dalam jangka pendek maupun menengah,” kata Munafri.

